Inilah 7 Ramalan Nabi Khidir Untuk Aceh dan Indonesia Masa Depan

0
702

alwaliyah.com | Sepertimana yang telah kita ketahui, Nabi Khidir merupakan seorang nabi yang memiliki banyak kelebihan yang dianugrahkan oleh Allah kepadanya. Salah satunya adalah beliau dapat mengetahui apa yang terjadi masa akan datang.

Beliau banyak dikenang oleh kaum muslimin dalam sejarah sebagai hamba Allah yang selalu memberi informasi penting akan masa depan. Setiap ramalan beliau akan memberi arti dan makna yang terkadung didalamnya, baik berita benar atau bala yang akan terjadi. Hal ini dapat kita temukan dari beberapa bukti dalam Al-Qur’an dan Riwayat Rasulullah SAW saat beliau meramalkan beberapa hal kepada Nabi Musa A.S

Namun tahukah anda bahwa sesungguhnya Nabi khidir pernah datang berulang kali ke Indonesia, salah satunya Aceh ?

Kedatangan dan ramalan Nabi Khidir ini didapatkan dari salah satu manuskrip lama aceh, yang terdapat dari sebuah kitab bernama Badiyatul Badiyah.

Menurut riwayat yang dijelaskan didalam kitab tersebut, bahwa Nabi Khidir pernah menemui beberapa orang berpengaru di aceh, salah satunya adalah Sultan Iskandar Muda dan seorang ulama yang hidup pada masa 4 ratu aceh yaitu Syeikh Abdur Rauf As-Sinkili / Syeikh Kuala. Masing-masing diantara keduanya selisih berbeda masa, Raja iskandar muda tahun 1607 sedangkan syeikh kuala 1615 M.

Raja Iskandar Muda merupakan seorang raja terkenal, para ahli sejarawan menyebutkan menyebutkan bahwa kala dimana Iskandar Muda memimpin, aceh berada pada urutan ke-4 sebagai kerajaan terkuat didunia. Hal ini dapat dilihat dari riwayat yang berasal dari penjelasajh muslim dunia, Imam Ibnu Batutah dalam bukunya Ar-Rihlah.

Sedangkan Syeikh Abdur Rauf As-Singkili atau Syeikh Kuala dikenal sebagai ulama terkemuka yang pernah hidup setelah masa Iskandar Muda, yaitu masa 4 ratu kerajaan Aceh. Menurut sejarawan beliau adalah seorang ulama terkenal dimasanya, banyak karya dan kemajuan pendidikan agama islam kala itu berkembang dibawah dakwahnya.

Itulah mengapa Nabi Khidir mengunjungi kedua hamba Allah ini disebabkan karena mereka adalah orang yang sangat berpengaruh bagi perkembangan islam di aceh.

Lalu apa yang pernah disampaikan oleh nabi Khidir kepada mereka tentang aceh, berikut 7 ramalan Nabi Khidir atas Aceh Darussalam.

Pertama :  ACEH DI TIMPA BENACANA

Dinaqal dari Syeikh Abdur Rauf As-Singkili, bahwa :

“Bahwa lebih kurang dalam tahun 1260 H, Nanggroe Aceh akan di timpa bala bencana”.

Sejak nabi khidir memberi tahu berita ramalannya kepada Iskandar Muda pada tahun 1607 dan Syeikh Kuala pada tahun 1615 M, Nabi Khidir memberi tahu bahwa Aceh ditahun 1260 H atau pada tahun 1844 Masehi akan ditimpa bencana. Selisih 200 –an tahun setelah berita ini diberikan Nabi Khidir meramalkan bahwa negeri emas ini akan datang bala bencana. Bencana disini dimaksudkan bahwa aceh mengalami kemiskinan, politik melemah dan ekonomi yang rusak. Hal ini dikarenakan aceh saat itu dikuasai oleh sultan-sultan yang telah haus akan harta benda dan hasil bumi. Selain itu antara tahun 1844 hingga 1874 masehi dimana belanda menyerang aceh pertama kali, para raja yang mejabat kerajaan bukan lagi dari aceh, akan tetapi dari bangsa luar. Seperti Raja Habib Abdurrahman yang berasal dari Arab dan Raja Tibang yang berasal dari India. Dalam sejarah menyebutkan bahwa kedua raja ini saling berseteru hingga diantara keduanya saling mengancam untuk turun dari tahta kerajaan antara keduanya. Karena inilah belanda yang pada awalnya merupakan salah satu negera yang bekerja sama dengan aceh akan sumber daya alamnya namun, melihat kesempatan luang ini belanda yang haus sumber daya alam aceh mulai menyusun kekuatannya untuk menguasai negeri serambi mekkah tersebut.

Kedua : ACEH DIKUASI OLEH NEGARA BARAT

 “Bahwa dalam tahun 1320 H, Aceh akan dikalahkan oleh kerajaan BA yang datang ia dari pihak barat.”

Jika ditelusuri makna kata BA disini adalah huruf arab yaitu “ب“  jika ditulis kedalam bahasa arab jawi maka negara dari barat yang dimaksudkan oleh nabi khidir adalahبلندا yaitu “Belanda”.

Secara historis, ramalan ini terbukti benar bahwa pada tahun 1320 H jika dihitungkan kedalam tahun Masehi maka tahun tersebut jatuh pada tahun 1902 M dimana tahun ini perjuangan aceh dapat dikalahkan oleh belanda. 3 tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 1988 pahlawan tgk umar, sekaligus suami kedua dari cut nyak din gugur tertembak oleh pasukan belanda di wilayah maulaboh karena peristiwa tersebut maka pasukan kuat Cut Nyak Dien mulai melemah hingga beliau dapat dilumpuhkan belanda setelah bertahun-tahun lamanya. Bagi  belanda pahlawan seperti Tgk. Umar dan Cut Nyak Dien adalah pahlawan terkuat dan tersulit untuk diruntuhkan. Inilah sebabnya belanda menyebut aceh sebagai “Aceh Pungo”, Aceh Gila. Gelaran ini pernah dijadikan sebuah judul oleh penulis sejarah aceh, bernama Taufik Al-Mubarak dalam bukunya.

Selain itu, pahlawan kuat aceh lainnya, seperti Pang Laot Ali, Raja Keumala dan lainnya berada dibawah belanda. Namun semua tokoh ini tetap bergejolak secara diam-diam hingga Aceh bergabung dengan indonesia.

Ketiga : BELANDA MENYINGKIR DARI ACEH

“Bahwa beberapa lama kemudian (lebih kurang) 45 musim kerajaan BA dikalahkan oleh kerjaan JIM yang datang ia dari Matahari terbit.”

Setelah belanda dapat menduduki hampir seluruh aceh, kekuasaan belanda ditanah air tidak lama. Karena datang serangan dari negri yang menurut ramalan Nabi Khidir adalah sebuah kerajaan dari bangsa yang datang dari matahari terbit. Sepertimana diatas, Nabi Khidir menyebut negri ini dengan nama negri yang diawali huruf “ج” . jika ditulis dalam bahasa arab jawi kata Jim adalah  “جفڠ” atau “jepang”.

Seperti yang diketahui, sejarah mencatat bahwa Indonesia mengalami penjajahan atas jepang setelah belanda. Maka aceh juga demikian setelah hampir 2 abad dibuat kacau oleh portugis dan belanda maka jepang masuk aceh dengan misi bantuan.

Sejarah mencatat (T. Ibrahim Alfian, dkk, 1982:9-10) bahwa Jepang mendarat di Aceh pada tanggal 12 Maret 1942. Pendaratan Jepang dilakukan pada tiga tempat yang berbeda, yaitu di Krueng Raya, Sabang, dan Peureulak. Jepang mendarat ke Aceh tanpa rintangan apa pun. Baik dari Pemerintah Belanda maupun dari rakyat Aceh sendiri, malah sebaliknya rakyat Aceh pada kala itu menyambut baik kedatangan Jepang dengan perasaan senang dan turut membantu mereka.

Namun dibalik misi pertolongan untuk aceh terhadap belanda ternyata jepang juga menyimpan niat untuk menguasai aceh. Hal ini tentunya karena beberapa alasan, salah satunya adalah karena aceh memiliki banyak sumber daya alam dan harta benda. Dan jepang saat itu baru mengetahui bahwa inilah sebab mengapa belanda sejak dahulu telah mulai menguasai negri aceh darussalam. Dengan kondisi semacam ini bahwa misi jepang ingin melancarkan penjajahan Rakyatpun bangun dan melawan penjajahan mereka hingga pada tahun 1945 saat kemerdekaan indonesia.

Kekalahan jepang ini diterangkan juga oleh Nabi Khidir sebegai berikut :

“Bahwa lebih kurang empat musim menguasai Aceh oleh kerajaan JIM tiba-tiba ia keluar dengan sekelip mata karena ia dikalahkan oleh Peuraja Ayam, Peuraja Gajah, Peuraja Cagee, Peuraja Singa dan Peuraja sebagainya.”

Beberapa peraja hewan seperti ayam, Gajah Beruang (cagee), singa dan sebagainya adalah maksud pada beberapa lapisan masyarakat yang tergabung dalam sebuah perjuangan, baik dari organisasi, persatuan, ataupun bangsa. Dalam beberapa naskah aceh, ayam disimbolkan lambang kekuatan dan keberanian. Gajah adalah lambang keagungan, beruang adalah lambang kesetiaan dan kebesaran, sedangkan singa adalah lambang kekuatan, keberanian dan keganasan.

Adapun kata “ia keluar dengan sekelip mata”, oleh Nabi Khidir adalah bermakna jepang akan keluar dari aceh dan indonesia kala itu dengan cepat tidak seperti belanda.

Sejarah membuktikan bahwa kependudukan belanda dan jepang atas aceh tidaklah sama. Jika Belanda menjajah aceh selama hampir 2 setengah abad maka jepang hanya 3.5 tahun, yaitu pada tahun 1945. Namun maksud yang tepat dari makna “ia keluar dengan sekelip mata”, adalah terjadinya peristiwa kelam dan menyakitkan atas jepang, yaitu hancurnya dua kota besar, Nagasaki dan Hiroshima oleh amerika dan britania raya. Atas peristiwa inilah jepang mengangkat kaki dari aceh dan indonesia dengan cepat.

Keempat : BERKUASANYA OLEH SATU NEGERI

“Setelah kerajaan Jim keluar maka Nanggroe Aceh dan negeri dibawah angin lainya atas usaha isi negeri itu akan berdiri satu kerajaan yang menaklukkan Nanggroe Aceh dan negeri dibawah angin lainya, bernama kerajaan itu berawal dengan huruf Alif.”

Nabi Khidir memberi tahu kepada Syeikh Kuala dan Iskandar Muda, bahwa setelah jepang mengangkat kaki dari aceh maka ada suatu negri yang berkuasa setelahnya. Didalam ramalan beliau diatas terdapat indikasi kata unik, yaitu “Segala kerajaan dibawah angin bersatu pada satu kerajaan, yaitu kerajaan yang diawali huruf Alif”.

Negeri yang diawali huruf “alif” dalam huruf hijaiyyah adalah ا, jika ditulis dalam bahasa arab jawi dan huruf arab, maka huruf ini menunjukkan pada sebuah negri yang memiliki nama huruf “i” yaitu “اندونسيا”  atau “Indonesia”. Inilah yang dimaksud oleh nabi khidir dalam ramalannya. Bahwa setelah jepang mengangkat kaki dari aceh dan setiap negri dibawah angin, yaitu beberapa wilayah seperti pulau sumatra, jawa dan setelahnya maka kerajaan-kerajaan ini bersatu dibawah kerajaan atau bangsa yang satu, kerajaan ini dimaksdudkan adalah Indonesia.

Kelima : AKAN HADIRNYA HURU-HARA DAN BENCANA

“Kerajaan itu akan berdiri sampai kuat, tetapi negeri itu penuh dengan huru-hara dan banyak pertumpahan darah. Rakyat banyak melakukan kemudlaratan dan kehidupan mereka susah, perdagangan mahal, pakaian dan makanan mahal, yang pandai tutup mulut, orang besar banyak dusta, semua rakyat berpaling muka dari pembesar pembesar itu, perampasan terjadi disetiap simpang, tidak bersenjata dan banyak orang dimasa itu sangat suka merah dan kuning dengan menanti yang tidak mengaku ALLAH dan bermusuh dengan agama yang ada dibumi.”

Indonesia menurut Nabi Khidir akan berdiri dengan kuat, yaitu berdirinya sebuah negara yang telah disokong oleh kerajaan-kerajaan kecil lainnya, yaitu wilayah-wilayah seperti aceh, maluku, riau, banten, jawa semuanya dibawah persatuan dalam satu negeri dan bangsa, yaitu Negara (kerajaan) Republik Indonesia.

Hal ini terbukti, bahwa saat jepang menghindar dari Indonesia dan meninggalkan Indonesia, maka tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 dibawah komando Soekarno dan Hatta, atas persetujuan perwakilan seluruh wilayah maka indonesia terbentuk melalui tanda resmi proklamasi soekarno untuk indonesia bersatu. Dan hal-hal yang bersifat negara, baik ekonomi, politik, kemanan, kemiliteran, dan sebagainya diataur oleh pihak-pihak para pejabat negara untuk membangun indonesia lebih besar dikarenakan baru terbangun. Selain itu segala hubungan yang terjalin dengan luar yang dapat membantu negara harus dilakukan.

Namun seiring berjalannya waktu, ketika negara ini baru dibangun dan didirikan maka huru hara dan benaca pun mulai bermunculan.

Seperti yang dikatakan oleh Nabi Khidir “Banyak orang dimasa itu sangat suka merah dan kuning”. Jika dilihat dari ilmu chromotherapy memberi makna bahwa merahberarti cenderung mudah menghakimi orang lain. Berarti banyak diantara mereka yang hidup didalam negeri itu akan mudah selalu menghakimi orang lain, baik saudaranya, keluarga bahkan dibeberapa pihak tanpa sebab, musabab, ataupun bukti yang ada. Sedangkan makna kuning lebih mengarah kepada orang-orang penyuka kepada melalaikan tanggung jawab dan sulit bekerja dengan orang lain. Ini terbukti bahwa apa yang dikatakan oleh Nabi Khidir kerajaan berhurufkan alif tersebut akan terdapat manusia yang selalu melalaikan tanggung jawab akan suatu pekerjaan. Sehingga dengan apa yang dilakukannya negara dan rakyat mengalami bencana dan huru hara yang besar. Dan bahkan lebih dari itu, bahwa ramalan nabi khidir menyebutkan didalam negara itu juga akan ada segolongan manusia yang tidak lagi mengaku Allah dan bermusuhan terhadap agama-agama dibumi, manusia ini lebih tepatnya disebut Atheisme, yaitu sebuah golongan yang tidak mempercayai tuhan, mereka beranggapan bahwa agama dan tuhan adalah tidak ada dan tidak sesuai dengan akal.

Semua keadaan ini telah ada dinegara kita, Sama seperti yang telah dikatakan oleh Nabi Khidir diatas.

“Kerajaan itu akan berdiri sampai kuat, tetapi negeri itu penuh dengan huru-hara dan banyak pertumpahan darah. Rakyat banyak melakukan kemudlaratan dan kehidupan mereka susah, perdagangan mahal, pakaian dan makanan mahal, yang pandai tutup mulut, orang besar banyak dusta, semua rakyat berpaling muka dari pembesar pembesar itu, perampasan terjadi disetiap simpang, tidak bersenjata dan banyak orang dimasa itu sangat suka merah dan kuning dengan menanti yang tidak mengaku ALLAH dan bermusuh dengan agama yang ada dibumi.”

Kelima : HURU-HARA SEMAKIN BESAR

“Bahwa waktu itu ummat Islam banyak tersesat karena kurang Ilmu, kurang Amal, lemah Iman dan banyak Dosa. Ketika itu banyak ummat Islam meninggalkan mazhab yang empat dan membuat mazhab kelima dan itulah tanda huru hara serta kutuk dan bala.”

Seperti yang dikatakan oleh Nabi Khidir diatas, bahwa didalam negeri tersebut bencana akan tumbuh semakin besar. Selain bencana berupa pembunuhan, kemiskinan, kemaksiatan yang telah hadir maka didalamnya juga hadir aliran baru dalam agama. Maksudnya adalah didalam negara tersebut akan hadir banyak orang-orang yang tersesat dalam agama islam hal ini karena golongan tersebut tidak memiliki ilmu pengetahuan agama yang kuat, terkadang amal mereka kuat tapi tidak didari ilmu agama. Selain itu banyak juga didalamnya orang-orang islam yang kurang imannya sehingga segala perbuatan dosa akan mudah dianggap biasa. Manusia semacam ini disebut oleh Nabi Khidir sebagai manusia yang mengaku dirinya paling pintar, sehingga ia berani membuat mazhab sendiri dan meninggalkan mazhab yang empat.

Kita telah sama-sama mengetahui siapa para kelompok-kelompok ini, merekalah yang selalu mengatakan bahwa hukum islam tidak pada mazhab namun hanya pada Al-Qur’an dan Hadist. Jika didalam Al-Qur’an dan Hadist tidak disebutkan maka segala hukum islam tidaklah ada. Mereka juga menyalahkan para mazhab dan ulama ahli hukum islam, bahwa mereka bukanlah nabi jadi tidak sah diikutkan. Selain itu golongan ini juga berani menyebutkan dirinya paling benar sedangkan orang lain adalah salah. Bagi mereka umat muslim yang tidak sepaham dengan mereka adalah umat kolot dan pelaku bid’ah yang sebesar-besarnya. Golongan ini jugalah yang sering menyebut hukum-hukum baru yang dikeluarkan oleh mufti para imam mazhab adalah bid’ah. Karena semua itu tidak ada dimasa Nabi Muhammad SAW.

Kondisi semacam ini telah diramal Nabi Khidir saat beliau berjumpa dengan Syeikh Abdur Rauf As-Singkili dan Raja Iskandar Muda. Inilah negeri yang menurut beliau akan mengalami huru-hara yang sangat besar.

Keenam : KONDISI MANUSIA MULAI TERPURUK

“Manusia pada waktu itu banyak membuang adat-istiadat sendiri dan memakai adat-istiadat orang lain. Pada masa itulah manusia banyak meninggalkan syariat Nabi Muhammad Saw, dan mengkafirkan ‘Itiqad Ahlul Sunnah Waljama’ah. Pada waktulah orang Negeri banyak mengikut huruf enam dan ada juga yang suka kepada huruf bergaris Fa, Kaf, Jim atau sama dengan Kaf, Mim, Jim, Nun dan Sin. Mereka itu tidak mengakui adanya Tuhan Rabbal ‘alamin.”

Nabi mengatakan : “Manusia pada waktu itu banyak membuang adat-istiadat sendiri dan memakai adat-istiadat orang lain.” Artinya dalam negeri tersebut menurut Ramalan Nabi Khidir bahwa mereka akan melakukan adat kebiasaan dari bangsa luar. Kita tahu bahwa hari ini dinegeri tercinta kita banyak generasi muda dan masyarakat secara umum telah mengikuti kebiasaan keji dan tidak baik dari negeri luar. Tidak dapat pungkiri, dengan alat media yang kita kenal saat ini, seperti Televisi, Musik, Majalah dan sebagainya sudah menjadi bukti bahwa segala isi yang terkandung didalamnya adalah berasal dari luar. Sedangkan adat dari bangsa sendiri, seperti hal-hal baik dari apa yang berasal dari nenek moyang kita dianggap sebagai terkebelakang dan kolot bagi siapa yang masih mempertahankannya.

Selain itu Nabi Khidir juga mengatakan bahwa dimasa itu banyak orang-orang yang telah meninggalkan syariat Nabi Muhamad. Syariat disini maksudnya adalah perintah Nabi Muhammad SAW. Kita sadari bahwa di negeri kita tingkat masyarakat yang masih melakukan syariat hanya pada titik persentase 38 %. Sisanya adalah orang-orang yang tidak lagi menjalankan perintah Allah. Mereka mengaku muslim tapi ibadah dihindari, mereka mengaku Allah tapi perbuatan dosa terus dilakukan ataupun mereka yang melakukan ibadah kepada Allah tapi tidak memiliki ilmu pengetahuan agama yang mempuni sehingga banyak ibadah yang mereka lakukan cacat. Selain itu juga banyak orang yang jelas-jelas menentang akidah Ahlusunnah wal Jamaah, yaitu akidah yang berhukum pada Al-Qur’an, Hadist, Ijmak para Ulama (mazhab yang 4) dan Qiyas. 4 dasar ini menurut mereka yang mengaku pintar selalu mengatakan bahwa Ijma dan Qiyas adalah tidak ada. Semua hukum islam harus kembali kepada Allah dan Rasulullah, sedangkan ijma dan Qiyas adalah bid’ah dan tidak boleh dijadikan istidlal hukum.

“Negeri banyak mengikut huruf enam”, dalam primbon jawa huruf enam dikenal sebagai huruf Syaitan atau jin. Hal ini dapat dibuktikan dalam sejarah bahwa salah seorang pendiri gereja setan, yang bernama Anton Lavey pernah mendirikan ajaran baru yang diberi nama Satanisme atau ajaran yang bertuhankan setan atau iblis. Dalam setiap upacara keibadatannya Anton Lavey selalu menggunakan lambang angka 666. Bagi Lavey angka 6 terdapat makna mistik yang ia dapati selama berada didalam agama satanisme-nya. Lavey mendirikan Gereja pada tahun 1950-an di San Fransisco, california.

Oleh kareena itu maka angka enam dibeberapa riwayat menyebutkan 6 lebih disimbolkan pada makna ajaran setan atau iblis.

Sesuai dengan apa yang diramal oleh Nabi Khidir bahwa ketika itu, yaitu negeri tersebut akan banyak orang-orang yang mengikuti ajaran setan, iblis atau jin. Inilah yang dimaksud oleh Nabiyullah tersebut.

Mengenai kalimat : “ada juga yang suka kepada huruf bergaris Fa, Kaf, Jim atau sama dengan Kaf, Mim, Jim, Nun dan Sin. Mereka itu tidak mengakui adanya Tuhan Rabbal ‘alamin.” Lebih tepatnya maksdu yang diramalkan oleh Nabi Khidir ini adalah mereka yang tidak mengakui ajaran tuhan. Makna tuhan disini adalah semua agama-agama dibumi. Bisa dikatakan bahwa orang-orang ini adalah beragama athaisme, atau sebuah ajaran yang tidak mengakui segala tuhan.

Semua yang dikatakan oleh Nabi Khidir diatas sudah terjadi dimasa kita termasuk dinegri Indonesia.

Ketujuh : RAKYAT AKAN MARAH DAN BANGKIT

“Bahwa nanti akan datang pada suatu masa rakyat akan bangkit dengan amarahnya seperti api berbara, bermaksud membela negeri dan bermaksud hendak melepaskan diri dari kuning dan merah, dan sebagainya. Akan tetapi kelakuannya bermacam-macam ragam dan pada akhirnya yang memindahkan kuning dan merah itulah yang menang, yakni golongan yang tidak suka kepada pekerjaan atau perbuatan yang salah serta berdirilah agama menurut Ahlul Shunnah Waljama’ah yang bermazhab dengan majhab dari majhab yang Empat. Negeri aman, damai, adil, makmur seperti dahulu kala, yakni akan menang orang-orang yang beriman.”

Ramalan yang terkahir ini lebih tapat maknanya adalah perjuangan rakyat untuk melepaskan dari huru-hara yang terjadi pada negeri itu. Karena keadilan, kemakmuran, dan penindasan yang terus terjadi maka rakyat kala itu akan bangkit dan melawan negeri itu dan akhirnya melepaskan diri dari negeri tersebut. Nabi Khidir menyebutkan bahwa rakyat kala itu akan bangkit dengan sekuat-kuatnya dan mereka akan melawan negara tersebut dan menyatakan untuk melepaskan diri, yaitu membuat kelompok masing masing. Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah, siapa golongan ini ?. Nabi Khidir mengatakan bahwa golongan-golongan ini adalah “golongan yang tidak suka kepada pekerjaan atau perbuatan yang salah”. Artinya adalah golongan yang dimaksud beliau adalah tentara-tentara muslim yang beriman kepada Allah dengan kuat dan kokoh. Merekalah inilah yang akan datang dikemudian hari.

Setelah itu maka pada saat itulah akan berdiri kembali mazhab-mazhab yang empat yang berakidah ahlusunnah wal jamaah. Setelah itu maka golongan-golongan yang melepaskan diri itu, termasuk aceh akan berdiri kembali keadilan, negeri mereka aman, makmur seperti dahulu kala, yaitu sepertimana dahulu pernah tercipta sebuah kerajaan aceh yang aman dan sentosa. Nabi Khidir menyebutkan bahwa golongan ini adalah orang-orang yang beriman.

Inilah 7 Ramalan Nabi Khidir Tentang Aceh. Semoga Artikel ini bermanfaat.

Sumber : Tgk. Habibie M. Waly S.TH

             

Tinggalkan balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here