Tahukah Anda, Inilah 2 Kelebihan Iblis Yang Harus Kita Ikuti

0
480

alwaliyah.com | Iblis adalah salah satu makhluk Allah yang sangat membangkang kepada Tuhannya. Makhluk satu ini menjadi terhina dan dihinakan Allah karena semata satu perintah Allah yang tidak dilaksanakannya. Adapun perintah Allah ini adalah salam sujud hormat kepada Adam A.S. Ia menganggap dirinya lebih mulia dari Adam. Adam adalah makhluk baru dan belum lama hidup sedangkan iblis menganggap dirinya lebih tinggi dari adam dan lebih mulia dari proses penciptaan Adam karena ia telah lama hidup. Namun ketika Allah mengajari sebuah anugrah ilmu kepada Adam yang Allah tidak ajarkan kelebihan ini kepada makhluknya yang lain maka Allah jualah mempertunjukkan kelebihan makhluk baru ciptaan-Nya ini dengan ilmu yang ada pada Adam untuk diperlihatkan kepada seluruh makhluk-makhluk-Nya didalam surga.

Saat itu semua bersujud hormat kepada Adam dan menagungkan sang pencipta sebagai Tuhan yang Maha Kuasa atas segala penciptaan-Nya. Namun Iblis tetap memperlihatkan kesombonganya untuk tidak mau bersujud kepada Adam karena ialah yang lebih pantas untuk mendapatkan itu karena dialah makhluk yang lebih dahulu tercipta dan lebih dahulu mendapatkan anugrah jua untuk dirinya atas nabi Adam A.S.

Dengan sikap seperti inilah yang membuat Allah murka kepada Iblis sehingga Allah mengutuk dan mengeluarkan dirinya dari surga. Semua kisah ini tercantum dalam rekaman Al-Quran yang terdapat pada beberapa ayat secara terpisah. Salah satu ayat lengkap yang menjelaskan keterangan ini adalah sebagai berikut :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ ﴿٣٠﴾ وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَـٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿٣١﴾ قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ ﴿٣٢﴾ قَالَ يَا آدَمُ أَنبِئْهُم بِأَسْمَائِهِمْ ۖ فَلَمَّا أَنبَأَهُم بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ ﴿٣٣﴾ وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ ﴿٣٤﴾

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (30) Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!” (31). Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (32) Dia (Allah) berfirman, “Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama itu!” Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, “Bukankah telah Aku katakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?” (33) Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir. (34) –[Al-Baqarah : 30-34]

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّين

 “Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; Sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan”. (QS. Shaad : 77 – 78)

Demikianlah sejarah singkat mengapa Iblis menjadi makhluk yang dilaknat oleh Allah. Allah dalam setiap ayatnya selalu menyuruh setiap hambanya untuk tidak mengikuti perintah dan ajakan darinya, karena memang iblis sebelum diturunkan Allah ia pun telah berjanji untuk menyesatkan seluruh keturunan Adam kedalam ajaran yang menyesatkan dan membawa mereka untuk masuk bersama kedalam api neraka. Inilah janjinya dan Allah telah memberi keterangan godaan mereka ini dalam ayat-ayat Al-Quran.

Namun tahukah anda, ternyata dari sisi buruknya perbuatan iblis ini dan ia sekarang telah dinobatkan Allah sebagai makhluk yang terkutuk nyatanya ada dua kelebihan iblis yang harus kita ikuti, apakah dua kelebihan dirinya ini, simak penjelasanya sebagai berikut :

PERTAMA : “Iblis Bertuhan Kepada Allah”.

Pernahkah anda berfikir, siapakah tuhan iblis yang sebenarnya ?, apakah dia bertuhan kepada yesus ? atau mungkin bertuhan kepada tuhan lain selain daripada Allah ?. jawabanya ia tetap bertuhan kepada Allah. Disinilah letaknya kelebihan sang makhluk laknatullah, walau ia telah berjanji untuk menyesatkan manusia, ia membuat banyaknya kepercayaan sesat untuk manusia dan membuat manusia untuk selalu menyembah selain kepada Allah akan tetapi dirinya sendiri tidaklah menyembah kepada selain Allah, iblis bertuhan kepada Allah, karena ia tahu bahwa tiada tuhan selain Allah SWT. Coba perhatikan kalimat janji Iblis kepada Allah SWT saat ia akan menyesatkan manusia kejurang kesesatan :

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

(Allah) berfirman, “Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?” (Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Al-A’raf : 12)

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

Iblis menjawab, ‘Demi kekuasaan-Mu! Aku akan menyesatkan mereka semuanya.’ (Shâd 82)

Jika diperhatikan pada ayat Shad diatas, terdapat satu kalimat “Ta’abbud” (kalimat kehambaan) dari seorang iblis laknatullah kepada Tuhan-Nya. Iblis berkata kepada Allah dengan kalimat pujian “kekuasaan” yang artinya adalah iblis memanglah bertuhan kepada satu Tuhan bukan kepada tuhan yang lainnya. Inilah satu kelebihan yang ada pada iblis, bahwa apapun kondisi untuk dirinya dimata sang Tuhan maka tetap tuhan yang ia percayai hanyalah Satu, Dia-lah Allah SWT.

KEDUA : “Iblis Sangat Takut Kepada Allah”

Sadarkah anda, bahwa dibalik kebengisan iblis menyesatkan manusia dan kesombongan dirinya kepada Allah namun ia sangatlah takut kepada Tuhannya. Hal dapat dibuktikan dari cara berdialognya sang iblis ketika berbicara dengan Allah SWT. Sepertimana dalam surat shad sebelumnya, iblis tetap memuji Allah sebagai sang Maha Penguasa dengan kalimat فَبِعِزَّتِكَ . Iblis pada hakikat mengakui keberadaan sang kuasa yang lebih kuasa dari dirinya, secara tidak langsung ia sangat takut kepada ke-Maha kekuasaan Allah SWT. Namun karena sifat sombong iblis yang masih menetap dalam dirinyalah yang membuat ia meninggalkan kepatuhan kehambaanya kepada Allah SWT. Padahal kita tahu bahwa dahulu sebelum ia dinamakan iblis ia merupakan golongan dari para malaikat, Allah memberi nama dirinya dengan nama Azazil, namun karena ia tidak menuruti perintah Allah maka ia diturunkan dari surga dan diberi nama iblis. Demikianlah yang dikatakan oleh Imam Ibnu Abbas R.A mengenai nama iblis yang sebenarnya :

Ibnu Abbas berkata: “Nama Iblis tersebut adalah `Azâzîl.” Sedangkan dalam sebuah riwayat yang diriwayatkan darinya disebutkan bahwa nama Iblis tersebut adalah al-Harits.”[1]

Selain bukti al-Quran yang memberi keterangan bahwa iblis adalah makhluk yang takut kepada Allah dapat dilihat juga dalam sebuah kisah dimana Iblis pernah menjatuhkan dan menyesatkan seorang hamba yang telah menjadi seorang ulama. Kisah fakta ini diceritakan didalam kitab Al-Majalisus Saniyah, karya Syeikh Ahmad Al-Qussyani, sebagai berikut :

Pernah terjadi disuatu hari, terdapat seorang guru besar yang bernama Syeikh Barshysya, ia pernah berjumpa dengan salah seorang pemuda yang berhari-hari beribadah didalam masjid, anak muda itu tidak makan, tidak minum juga tidak memakan apapun. Hingga Barshysya bertanya kepada anak muda tersebut :

“aku makan dan minum sedangkan kamu tidak makan dan minum, aku juga seorang ahli ibadah yang telah menyembah-Nya selama 220 tahun dan aku tidak dapat beribadah tanpa makan dan  minum. Wahai anak muda !!!, apa yang membuat dirimu dapat beribadah tanpa makan ?”

Anak muda itu menjawab, “Aku mantan orang yang pernah berbuat maksiat sehingga disuatu hari aku bertaubat kepada Allah dan aku ta’at kepada-Nya.”

Wahai anak muda, ajarkan aku untuk dapat beribadah sepertimu yang sedemekian khusyuknya?” tanya Barshysya.

“Guru harus berbuat dosa” jawab pemuda.

“Dosa apa yang aku perbuat agar aku mendapatkan rasanya ampunan dan bertaubat kepada Allah ?, seperti mana dirimu”,  tanya Barshysya.

“Engkau harus berbuat zina”, jawab pemuda.

“Tidak, aku tidak bisa melakukannya, itu perbuatan dosa besar”. Jawab  Barshysya.

“Kalau begitu engkau harus melakukan pembunuhan kepada orang yang beriman”. Balik Pemuda.

“Tidak, aku juga tidak bisa juga melakukannya”. Jawab Barshysya.

“Kalau begitu, bagaimana tuan guru melakukan dosa meminum minuman khamar”. Tanggap pemuda.

Maka ketika itulah, karena Barshysya menganggap dosa meminum khamar termasuk dosa yang tidak terlalu besar, ia pun pergi mencarinya. Hingga sampailah beliau kesebuah tempat yang menjual minuman khamar, kebetulan sang penjualnya adalah seorang wanita yang cantik jelita. Hingga akhirnya pun Barshysya mencoba meminum khamar tersebut sedikit-demi sedikit hingga akal Barshysya mulai mabuk dan akhirnya hilang kendali.

Saat itulah, Barshysya karena akalnya telah hilang maka ia mendatangi perempuan tersebut lalu ia menzinahinya. Setelah itu datanglah suami dari perempuan itu dan Barshysya pun memukulinya hingga suami dari perempuan tersbeut tewas ditangan Barshysya. Al-hasil berita persitiwa inipun meluas hingga terdengar oleh raja adil yang memimpin negara saat itu.

Maka Barshysya pun diberi hukuman dengan hukuman cambuk sebanyak 80 kali karena perbuatan meminum khamar, lalu raja juga mencabuk dirinya sebanyak 100 kali karena telah berbuat zina, dan terakhir raja menyuruh seluruh bala tentara kerajaan untuk menyalib Barshysya diatas kayu. Raja malu dengan perbuatan Barshysya ini, malu karena ia adalah ulama dan malu karena ia juga rakyat sepertimana biasanya yang harus menerima hukuman syariat secara adil dan kaffah. Oleh karena itulah Barshysya dipertontonkan oleh raja dikhalayak ramai agar Barshysya menjadi pelajaran dan contoh bagi yang lainnya.

Saat kekacauan ini terjadi dan Barshysya pun telah disalib diatas kayu, maka datanglah anak muda tersebut menemui Barshysya, namun alangkah kagetnya Barshysya melihat anak muda itu ternyata adalah iblis yang menyamar menjadi ahli ibadah dan telah mengelabui dirinya. Lalu saat itulah iblis berkata :

“Engkau telah beribadah kepada Allah selama 220 tahun hingga akhirnya engkau tersalib. hai Barshysya, jika engkau ingin aku turunkan engkau dari kayu itu maka akan aku bantu”.

Barshysya menjawab : “aku mau, akan aku berikan apapu yang engkau mau”.

Iblis berkata, “aku akan turunkan engkau tapi harus dengan satu syarat”.

Barshysya menjawab : “Syarat apakah itu wahai iblis”

Iblis membalas : “Engkau harus bersujud kepadaku”.

Barshysya menjawab : “Bagaimana aku bisa bersujud kepadamu, sedangkan sekarang aku berada diatas kayu dan kondisiku disalib”.

Iblis menjawab : “Engkau harus bersujud dengan isyarat menundukkan kepala”.

Mendengar perkataan iblis ini, maka Barshysya pun menyanggupinya. Karena pun ia telah terlanjur malu didepan raja dan masyarakat maka ia pun menuruti perintah iblis tersebut, saat itulah Barshysya mulai menundukkan kepalanya tanda ia mau bersujud kepada iblis untuk semata agar ia dapat diturunkan dari kayu. Namun nasi sudah menjadi bubur, malaikat maut pun datang untuk melaksanakan tugasnya menarik nyawa Barshysya dan na’udzubillah min zalik¸ Barshysya mati dalam keadaan sedang bersujud kepada iblis.

Melihat kejadian ini, karena iblis telah berhasil mengelabui ahli ibadah seperti Barsyisya maka iapun berucap :

“aku menghindari dari dirinya dan aku adalah orang yang takut kepada Allah”.

Inilah kisah singkat yang mengandung banyak i’tibar yang dapat kita ambli. Namun yang ingin dikatakan disini adalah ternyata iblis, sang makhluk laknatullah faktanya ia sangat takut kepada Allah SWT. Hal ini dibuktikan dengan perkataan dirinya saat melihat kematian Barshysya.

Kalaulah iblis merasa dirinya sangat takut kepada Allah, mengapakah kita tidak demikian ?

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dari perbuatan iblis dan bala tentaranya yang terkutuk. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

 Sumber : Tgk. Habibie M. Waly S.TH (Sarjana Tafsir Hadist)

Reverensi : 

[1] Kisah para Nabi & Rasul karya Ibnu Katsir, hal.26, penulis Abu al-Fida` Ahmad bin Badruddin, 5 September 2011, Penerbit Pustaka as-Sunnah, Jakarta.

             

Tinggalkan balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here