Beginilah Cara Menghantam Akal Sang Atheis Yang Tidak Mau Bertuhan

0
364

alwaliyah.com | Atheis sudah sejak dahulu telah dikenal sebagai sebuah isme yang tidak mempercayai agama, mereka berfikir dan bertindak hanya semata akal. Akal merupakah hal yang penting bagi kehidupan mereka, bagi mereka akal merupakan hal terpenting yang dapat membuktikan dari apa yang ada, sesuatu yang dapat dijangkau akal maka sesuatu itu adalah ada, sebaliknya jika sesuatu yang tidak dapat masuk dalam akal maka sesuatu itu tidaklah dapat diterima oleh akal maka kesimpulannya segala sesuatu yang tidak dapat digambarkan akal maka ia tidak ada, salah satu diantaranya adalah tuhan, bagi atheis tuhan tidak dapat dibuktikan oleh akal maka oleh karena itu tuhan tidaklah ada.

Demikianlah cara berpandang atheis tentang hidup dan kehidupan ini, sampai kapanpun mereka tidak akan pernah mengakui tuhan sebagai pencipta alam. Oleh karena itu, dibalik cara berfikir aneh mereka ini tentu tak selamanya mereka benar, ada sisi kelemahan dan ketidak pemahaman mereka tentang kekurangan akal. Mari kita simak sebuah dialog antara seorang atheis yang tidak beragama dengan seorang yang beragama. lihatlah sendiri bagaimanakah mereka kewalahan saat menghadapi akal mereka sendiri.

Berikut kami kutip sebuah dialog antara Dr. Zakkir Naik (seorang teologi islam terkenal) dengan salah seorang atheis, sebagai berikut :

Pemuda Ateis : 

Selamat  pagi  Pak  Zakir  Naik,  namaku adalah James Isthamani. Pertama-tama, aku ingin berterima kasih terhadap yang kau lakukan di sini, hal ini membutuhkan kerja keras, aku yakin. Pertanyaanku berkenaan dengan poin ketigamu, sebenarnya aku ada tiga pertanyaan jika diizinkan, tapi pada poin nomor tiga, pertama-tama kurasa jawabanmu hanya mengelak saja, tapi yang ingin kutanyakan padamu sangat simpel. Ketika kau membicarakan terorisme, ketika kau membicarakan tentang Islam, ini adalah pertanyaan simpel yang langsung, aku           berharap mendapatkan    jawaban yang langsung. Dengan apa yang terjadi di   Pakistan,   Irak,   Afghanistan,   hanya untuk memberikan contoh, aku tidak menggeneralisir, kuharap tidak ada yang tersinggung. Tapi, ketika kau mendengar  di berita bahwa seorang wanita sedang memasak untuk anaknya, kemudian seorang pengebom bunuh diri datang dan membunuh mereka, aku ingin bertanya kepadamu satu pertanyaan sederhana. Apakah itu? Apakah itu Islam atau itu adalah  orang  yang  tidak  mengerti  apa itu Islam, dan mereka punya pandangan tersendiri mengenai Islam. Dan, tolong biarkan aku memintamu satu hal lagi. Dapatkah kau memberikanku jawaban yang bukan di Perang Dunia I atau sesuatu di mana lebih banyak orang yang mati, atau ini semua hanya propaganda, atau ini karena Amerika membunuh orang-orang?

Zakir Naik     : 

Saudara,  biarkan  aku  menjawab,  setelah itu kau boleh mengomentari. Biarkan aku menjawab, maka kau boleh berkomentar. Saudara itu bertanya bahwa di Afghanistan, Pakistan, seorang wanita sedang memasak tiba-tiba pengebom bunuh diri datang, meledakkan  dirinya    dan    membunuh orang. Sejauh ajaran Islam…. Apa yang media katakan, lupakan saja. Aku akan memberikan          padamu     aturan     Islam, entah apakah yang media katakan benar atau   salah.   Alquran   berfirman   dalam Surat Al-Ma’idah:  32:  “Barang  siapa  yang membunuh  seorang  manusia,  bukan  karena

orang   itu   (membunuh)   orang   lain,   atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” “Barang siapa yang membunuh  seorang  manusia,  baik  yang muslim maupun nonmuslim bukan karena orang   itu   (membunuh)   orang   lain,   atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” Jadi menurut Alquran, membunuh seorang manusia saja dilarang. Jika seorang pengebom bunuh diri datang dan dia membunuh seorang wanita yang sedang memasak, sedangkan dia tidak bersalah, maka 100% dilarang, entah apakah dilakukan di Pakistan, Afghanistan, Amerika,  atau  Dubai.  Apakah  jawaban ini jelas? 100% salah, siapa pun yang melakukannya baik kelompok Muslim tertentu, atau Amerika, atau propaganda, siapa pun yang melakukannya, ini benar- benar dilarang.

Pemuda Ateis :  Oke.

Zakir Naik     :  Jadi apakah jawabannya jelas?

Pemuda        :  Itu jelas.

Zakir Naik    :  100% jelas?

Pemuda        :  100% jelas. Jadi itu salah ya?

Zakir Naik    :

100%   salah.   Ini   sama   saja   dia   telah membunuh semua manusia. Tidak ada satu pun kitab lain yang kuketahui di zaman sekarang yang memberikan pernyataan bahwa jika kau membunuh seorang manusia, maka seakan-akan kau telah membunuh semua manusia, kecuali Quran. Tidak ada kitab lain pun yang kutahu yang berkata jika kau menyelamatkan satu orang, maka kau telah menyelamatkan semua manusia. Tidak ada kitab lainnya.

Pemuda          :  Sempurna. Sekarang bisakah aku bertanya padamu sesuatu?

Zakir Naik      :  Silakan.

Pemuda         :  Jadi Islam mengatakan ini dilarang ya?

Zakir Naik     :  100% dilarang.

Pemuda       :

Oke, oke, oke. Sekarang, kenapa kau di sini? Ketika aku melihat semua orang-orang tak bersalah  di  sini,  kenapa  dalam  seminar ini, seperti di Afghanistan dan Pakistan mencoba mengajarkan orang-orang bahwa yang mereka lakukan bukanlah Islam, dan itu hanyalah kekacauan karena pencucian otak? Dan mereka akan masuk neraka, mereka tidak akan masuk surga karena membunuh orang-orang tak bersalah, karena serangan 9/11, karena bom London, orang-orang  tak  bersalah  mati.  Jika  aku tidak menyukaimu dan membunuhmu, hal itu lebih bisa dijustifikasi daripada kalau aku tidak menyukai seseorang, misalnya jika aku tidak menyukai Yahudi, dan aku membunuh orang-orang Yahudi Amerika yang tak bersalah. Kenapa kau tidak pergi dan memberikan ceramah kepada orang- orang ini agar mereka mengerti, daripada hanya memualafkan 4–5 orang di sini.

Zakir Naik     :  Masya Allah!

Pemuda        :  Selamatkan ribuan nyawa.

Zakir Naik    :

Saudara   ini   memiliki   pertanyaan   yang bagus.dia memberitahuku, mengapa aku tidak pergi ke Pakistan, Afghanistan, untuk menyebarkan pesan ini dan mencegah semua ini. Saudaraku, aku pergi setiap hari, bahkan sekarang pun aku pergi ke sana.   Siaran   ini   melalui   satelit.   Siaran Peace TV ditonton oleh ratusan juta orang. Begitulah  banyaknya.  Di  sini  ada  20–30 ribu orang. Yang hadir di sini mencapai 20–30 ribu orang, tidak lebih dari itu. Kau lihat siaran ini direkam. Kenapa direkam? Sehingga siaran ini sampai ke Pakistan, sampai ke Aghanistan, bahkan sampai ke Amerika. Dan ceramahku mengenai “jihad dan terorisme”, orang yang menontonnya sudah mencapai lebih dari 100 juta orang, dan ini juga ditujukan bagi umat Muslim.  Aku berceramah di sini. Yang jadi masalah adalah aku tidak bisa memaksa siapa pun untuk menerima pesanku? Dapatkah aku memaksamu? Apak aku memaksamu? Apakah aku memaksamu untuk menerima pesanku?

Pemuda          :  Tidak, tidak.

Zakir Naik      :

Bagaimana  caranya  aku  bisa  memaksa orang Pakistan? Bagaimana mungkin aku bisa memaksa rakayat Afghanistan? Pada saat yang sama, aku juga mengakui bahwa orang-orang tak bersalah terbunuh, aku setuju denganmu. Berapa jumlahnya? Kau berkata bahwa 4–5 orang masuk Islam di sini, apakah hal ini lebih baik daripada berceramah di sana? Tugasku adalah menyebarkan pesannya. Disebutkan dalam Quran Surat Al-Ghashiyah: 21–22 tugas kita hanyalah menyampaikan pesan. Kita tidak bisa mengubah hati orang. Allah berfirman kepada Rasulullah: “Kau tidak bisa mengubah hati orang-orang.” Allah lah yang memberikan mereka hidayah. Aku bisa bicara, tapi aku tidak bisa mengubah hati. Adalah Tuhan yang mengubah hati. Aku bisa bicara, tapi apakah mereka yang di Pakistan akan berubah, ini tergantung Tuhan.  Sekarang untuk menjawab perta- nyaan  dasarmu.  Menurutku,  kau  harus  melihat kasetku “Apakah Terorisme Adalah Monopoli Islam?” Jika kau menonton kaset itu, pandanganmu mengenai terorisme akan berkembang. Waktu tidak memberiku waktu untuk memberikan ceramah di sini lagi, tapi aku akan memberitahumu, bahwa para teroris kebanyakan adalah para politisi. Adalah mereka yang menciptakan semua ini. Kau pergi ke mana pun, kau tahu di India? Semua tempat terlarang, baik yang langsung maupun tidak, adalah para politisi.

Karena para politisi. Gujarat raid, karena politisi. Bagaimana dengan 9/11? Lihatlah kasetku, itu adalah pekerjaan orang dalam. Menurut 72 ilmuwan Amerika, mereka berkata bahwa 9/11 tidak mungkin dilakukan  orang  Arab.  Mereka  berkata ini tidak mungkin, ini adalah pekerjaan orang dalam. 72 ilmuwan Amerika, bukan Zakir    Naik.    Pekerjaan    orang    dalam. Siapa yang melakukannya? George Bush. Afghanistan, biarkan aku menyelesaikan jawbanku. Afghanistan, ribuan orang terbunuh. Mereka mengirimkan bom cluster. Mereka pengecut! Ribuan orang! Kau   membicarakan   bom   bunuh   diri? Itu haram, aku tidak memakluminya melainkan mengutuknya. Tapi, yang paling terkutuk adalah Amerika yang mengirim  jet-jet tempur di Afghanistan, membunuh ribuan orang, di Irak membunuh ribuan orang. Aku bukan seorang fans Saddam Hussein. Dia telah melakukan kesalahan, penduduk Irak tidak suka dengan Saddam Hussein, tapi setelah Amerika datang ke sana, mereka lebih tidak suka kepada Amerika daripada Saddam Hussein. Itu tidak bisa dimaklumi. Hanya karena Saddam Hussein itu buruk, Amerika tetap saja tidak boleh datang dan menginvasi Irak. Kenapa mereka melakukannya? Karena ingin menjarah minyak Irak. Apa tujuan   utamanya?   Minyak   Irak.   Siapa yang menciptakan Taliban? Ketika Rusia datang,  Amerika  mendukung  Taliban yang diciptakan rakyat Afghanistan. Sekarang   mereka   mencoba   mengambil alih peperangannya. Siapa penciptanya? Amerika. Teroris terbesar dalam sejarah menurutku adalah George Bush. George Bush yang nomor 1.

Pemuda          :  Aku setuju denganmu.

Zakir Naik      :  Maaf?

Pemuda         :  Aku setuju denganmu.

Zakir Naik      :

Kau   setuju   denganku?   Jadi   aku   juga pergi ke Amerika. Aku pergi ke Amerika dan   disiarkan   secara   langsung   lewat satelit, memberikan pesan kepada rakyat Amerika.   Aku   adalah   orang   pertama yang kuketahui berada di publik setelah 9/11.   Di   Australia   aku   berkata,   “Aku adalah seorang fundamentalis dan aku menganggap George Bush seorang teroris terbesar.” Ini menjadi headline. Pada Desember  2001,  ketika  aku  berceramah di Australia, “Siapa yang menurutmu menjadi teroris?” Aku berkata “George Bush teroris sebenarnya.” Ini menjadi headline: DR. ZAKIR NAIK MENYEBUT DIRINYA SEBAGAI FUNDAMENTALIS DAN MENGANGGAP GEORGE BUSH SEBAGAI TERORIS NO 1. Sekarang setiap orang menganggapnya sebagai teroris. Pada  waktu  itu  tidak  ada  seorang  pun yang berani. Apa yang kita sadari, kita menyuarakan kebenaran. Apakah George Bush? Banyak orang berkata ketika aku memberikan ceramah di London tentang terorisme. Ceramah yang sangat bagus, orang-orang menikmatinya. Seorang pemuda berdiri dan berseru “Matilah George Bush! Matilah George Bush!” Rasulullah tercinta kita, Nabi Muhammad Saw.

Dulu ada dua musuh terkuat Islam. Abu Lahab dan Umar bin Khattab. Rasulullah Saw. berdoa kepada Allah Swt. agar  memberikan  hidayah  kepada  salah satu dari keduanya. Dan Umar bin Khattab diberikan hidayah oleh Allah, yang tadinya adalah musuh terkuat Islam, menjadi pelindung terkuat Islam. Dengan demikian, aku berdoa semoga Allah memberikan George Bush hidayah. Aku bisa berceramah, tapi aku tidak bisa memberikan hidayah. Aku  bisa  memberitahunya  bahwa  yang dia lakukan itu salah. Aku tidak ingin membunuhnya, aku ingin agar dia masuk Islam. Membunuhnya tidak ada gunanya.

 Apa gunanya membunuh? Lebih baik menjadikan orang masuk Islam. Jadi, itulah alasan kami menyampaikan pesan Islam. Mereka yang hatinya terbuka menerimanya. Insya Allah.  Tuhan  juga  akan  membuka hatimu suatu hari nanti. Ketika Tuhan membuka  hatimu  suatu  hari,  aku  tidak bisa melakukannya. Aku bisa berceramah, aku tidak bisa memaksamu, kecuali Tuhan memberimu. Kecuali kau berusaha, jika kau berusaha, Tuhan akan menolongmu. Jika  kau  tidak  berusaha,  hatimu  tidak akan terbuka. Sebagian orang bertanya hanya untuk berdebat. Tapi, seorang gentleman sejati, ketika dia mendapatkan jawabannya, maka dia menerimanya. Ada orang-orang yang bertanya hanya untuk berdebat. Kau berbicara dengan lantang. Aku  ingin  bertanya  padamu,  aku  telah

memberikan ceramah, aku telah bertanya tentang banyak hal. Apakah kau setuju dengannya atau tidak?

Pemuda          :  Ya, aku setuju dengannya. Zakir Naik     :  Apakah kau orang Hindu?

Pemuda          :  Aku  sebenarnya  favoritmu.  Aku  orang ateis.

Zakir Naik       :  Ateis, masya Allah.

Pemuda          :  Aku   dengar-dengar   kau   menikmatinya (berbincang dengan ateis).

Zakir Naik      :  Kau ateis? Kau orang favoritku.

Pemuda          :

Aku bukan temanmu, tapi aku diberitahu bahwa kau menyukai berdebat dengan orang ateis.

Zakir Naik     :

Ya, ya, ya. Favoritku ateis. Oke, saudara. Kau orang ateis. Baiklah, aku ingin mengucapkan selamat padamu.

Pemuda          :  Kau ingin mengucapkan apa?

Zakir Naik      :  Aku ingin mengucapkan selamat padamu. Apakah kau tahu kenapa?

Pemuda         :  Kenapa?

Zakir Naik      :

Alasan aku mengucapkan selamat padamu karena  kebanyakan manusia adalah pengikut buta. Ayahnya orang Kristen, dia juga ikut Kristen. Orang tuanya Hindu, dia juga ikut Hindu. Banyak orang tua seorang Muslim dia juga Muslim. Tapi kau berpikir. Aku tidak tahu apakah ayahmu seorang ateis?

Sumber : Dialog Dr. Zakkir Naik

(simak artikel lain mengenai atheis : “Atheis mencoba menguji Tuhan”)

Tinggalkan balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here