Ternyata “Nabi Adam” Bukan Makhluk Pertama Bumi, Benarkah Demikian ?

0
423

Al-Waliyah | Seiring dengan perkembangan zaman dimasa sekarang, maka Technologi Information atau yang biasa dikenal dengan informasi dunia bebas sudah semakin maju dan berkembang diseluruh penjuru dunia. Seperti Arkeologi misalnya yaitu suatu studi ilmu yang sistematik tentang benda-benda kuno sebagai suatu alat untuk merekonstruksi masa lampau[1]. Ilmu ini mengalami masa perkembanganya dari abad 18 hingga hari ini rancangan riset terus dilakukan. Namun faktanya hal yang harus diingat adalah arus ilmu pengetahuan tetaplah mempunyai sisi kelemahan dari bukti fakta menurut kacamata Agama. Hal ini tentunya tidaklah terjadi pada setiap singkronisasi agama dengan realitas bahwa ilmu tersebut adlaah salah namun juga terdapatlah kebenaran yang telah ditentukan. Namun apa jadinya jika memang suatu ilmu yang didapati dan dikukuhkan tanpa didasari agama, tentunya ilmu tersebut akan pincang. Sepertimana yang telah dikatakan seorang ilmuan terkenal, Albert Enstein : “Agama tanpa ilmu adalah buta, Ilmu tanpa agama adalah lumpuh”

Namun tahukah anda bahwa diantara ilmu pincang ini salah satunya adalah teori evolusi darwin yang mengungkapkan bahwa Manusia purba adalah nenek moyang manusia hari ini ?, selain itu ia juga pernah mengatakan bahwa kera adalah bentuk rantai keturunan dari manusia purba hingga kepada manusia hari ini.

Pertanyaan kita adalah, benarkah apa yang diungkapkan oleh Darwin tersebut ?, bagaimanakah pendapat agama mengenai manusia pertama ? atau mungkin secara umumnya adalah siapakah manusia sebelum manusia (adam) hidup di bumi ini ? simak penjelasannya.

Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Teungku Habibie S.TH (seorang lulusan tafsir Al-Qur’an dan hadist UIN Ar-Raniry Aceh), berjudul : “Adam V.S Manusia Purba”, menuliskan sebagai berikut :
Pemikiran semacam ini sama artinya dengan pemahaman Materialisme, yaitu paham yang mengobjekkan suatu pemikiran pada materi semata dengan tidak mensingkronkan unsur Agama dengan ilmu pengetahuan, hal yang semacam ini adalah batil menurut agama.

Ralph Linton Seorang Antropologi Amerika dalam bidang kultural ,[2]dia mengatakan dengan membantah hal ini  :

“Asal-usul Manusia masih belum diketahui. Bahwa tubuh manusia berkembang lambat laun dari sesuatu bentuk hidup yang lebih rendah tidak lama lagi disangsikan oleh seorang yang telah biasa dengan bukti.”[3] 

Jika Ralph mengikuti teori Darwin maka dia akan mengakui bahwa asal-usul manusia purba bermula dari kera dan jika dia mengikuti pendapat selain Darwin Ralph juga akan mengojebkan pendapatnya bahwa asal-usul manusia belum dapat dijadikan pegangan karena belum diketahui keberadaannya.

Jika Rapl Linton setuju dengan pendapat yang demikian maka Rapl akan mengikutinya, namun yang terjadi bahwa rapl dalam penelitiannya tidak menyetujui dengan apa yang disampaikan oleh Darwin dan pengikutnya. Tidak hanya Rapl Linton yang menolak keyakinin pendapat ini, sebahagaian ilmuan lain juga menolaknya.

Kontradiksi pemahaman ini akan terus terjadi dalam dunia pengetahuan hal ini karena adanya pemisahan antaraagama dan ilmu tidak disatukan. Ilmu pengetahuan harus di satukan dalam ranah Agama. Jika Ilmu Pengetahuan berjalan sendiri maka keabsahan materi tidak dapat diterima dan sebaliknya Agama tanpa Ilmu adalah kurang dan dapat mengakibatkan rusaknya sisi keabsahan ilmu tersebut. Dalam al-Qur’an, surat Lukman 20, Allah SWT berfirman :

 Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) kamu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan”.

Lalu siapakah manusia pertama jika memang manusia purba bukanlah manusia pertama ?

Para ulama tafsir terkemuka seluruhnya berpedapat sama mengenai hal ini, bahwa tidak ada manusia sebelum manusia. Temuan ayat bahkan hadist tidak ditemukan sedikitpun mengenai apakah manusia purba atau kera itu adalah nenek moyang manusia hari ini. Diantara para ahli tafsir yang berpendapat bahwa makhluk pertama kali yang menghinggapi bumi sebelum manusia adalah Jin. Hal hal ini

1]. Jihad Muhammad Hajjaj, dalam Kitabnya “A’maru wa Ansabu al-Anbiya” menjelaskan sebagai berikut :
“Ibnu Katsir menjelaskan bahwa mereka mengetahui apa yang akan terjadi pada Adam dan keturunannya tersebut dari keadaan para jin yang diciptakan sebelumnya. Terkait hal ini, Qatadah menyebutkan : Abdulullah ibn Umar r.a menuturkan : Dua ribu tahun sebelum Adam diciptakan, para jin saling menumpahkan darah. Maka Allah SWT mengutus sejumlah tentara dari malaikat untuk mengusir mereka ke pulau-pulau di lautan.”[4]

2]. Muhammad Abdul Mua’in Al-Jamal dalam kitabnya, “Tafsir Al-Farid lil Qur’anul Majid”[5]:
“Dan didatangkan didalam Tafsir At-Thabari : Dari Ibnu Abbas telah berkata : golongan pertama yang bertempat tinggal dibumi adalah jin, mereka (saling) membunuh didalamnya dan mereka (saling) menumpahkan darah, dan membunuh antara sebahagian mereka dengan sebahagian yang lainnya, Telah berkata : Maka Allah membangkitkan kepada mereka tentara-tentara dari golongan malaikat untuk membunuh mereka, (yaitu) iblis dan besertatanya….. kemudian diciptakan Adam kemudian ditempat tinggalkanya kedalam bumi”.

Sumber : 
“Adam A.S Versus Manusia Purba”
Tgk. Habibie M. Waly S.TH

Nonton videonya : 
Kunjungi YouTube Kami dibawah ini :


[1] Uka Tjandrasasmita, Arkeologi Islam Nusantara, (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2009), hal. 2.
[2] Yuni Sare & P. Citra, Antropologi SMA/MA XI, (Jakarta : Grasindo PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2006). Hal. 26.
[3] Ralph Linton, The Study Of Man, (Bandung : Jemmars, 1984), hal. 11.
[4]  Jihad Muhammad Hajjaj, Umur dan Silsilah para Nabi,… Hal. 7
[5] Muhammad Abdul Mua’in Al-Jamal, Tafsir Al-Farid lil Qur’ani Majid, juzu’ I, (Mesir: Universitas Al-Azhar kairo, 1970), hal. 36.

Tinggalkan balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here