Inilah, 4 Jenis Air Yang Paling Mulia di Bumi

1
704

Air adalah simbol terpenting bagi kehidupan manusia. Air tidak hanya dijadikan satu fungsi minum saja namun air juga menjadi salah satu pemompang kehidupan paling penting bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi, oleh sebab itu maka wajarlah jika sudah menjadi demikian adanya bahwa hampir 70%-nya bumi banyak menampung kadar volume air lebih banyak daripada isi bumi lainnya. Kesimpulannya air merupakan satu diantara ribuan penyokong paling utama bagi seluruh kehidupan manusia dan makhluk bumi lainnya, tanpa air maka pastilah seluruh yang hidup dibumi pastilah akan mati.

Datang, tempat dan timbulnya air tentunya di pelopori oleh berbagai macam keadaan dan proses yang terjadi, baikkah air itu berasal dari hujan, sungai, laut, gunung, salju, danau dan lain sebagainya. Intinya, dimana saja keberadaan air bertempat, bagaimanakah prosesnya, kemakah arah alirnya dan bagaimanakah kondisinya maka tetaplah ia menjadi alat utama bagi kehidupan bagi seluruh makhluk hidup khussunya kita sebabagai manusia. Itulah sebabnya dimana ada air maka disitulah terdapat hidup dan kehidupan.

Mengenai sifat dan rasa hingga kepada kemanfaatannya tentulah air juga memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Setiap warna air, kadar, dzat, dan rasa pastilah memiliki kemanfaatan yang berbeda dari fungsi air itu sendiri dan semua tidaklah sama. Oleh karenanya maka air sudah menjadi alat utama hidup dan kehiduapan seluruh makhluk hidup. Jika tidak ada air maka pastilah tidak terdapat kehidupan.

Namun tahukah anda, dari seluruh air dibumi ini nyatanya terdapat beberapa jenis air yang paling baik dan yang paling mulia di dunia. Bahkan jenis air ini pun mengandung kemanfaatan yang lebih besar dan tinggi dibandingkan dengan air yang lain.

Dan sekarang pertanyaanya adalah, apa saja jenis air yang paling mulia tersebut ? simak penjelasannya dalam sebuah pendapat yang dibawa oleh Imam Al-Bajuri dan Imam Taju As-Subki sebagai berikut :

قال الامام الباجورى و كذالك ايضا التاج السبكى رحمها الله تعالى : “اَفْضَلُ الْمِيَاهِ مَا نَبَعَ مِن بَيْنَ أَصَابِعِهِ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ مَاءُ زَمْزَمِ, ثُمَّ مَاءُ الْكَوْثَرِ ثُمَّ نِيْلُ مِصْرٍ ثُمَّ بَاقِيَ الْاَنْهَارِ”.

Telah berkata  Imam Al-Bajuri dan demikian juga oleh Imam Taju As-Subki, semoga Allah merahmati mereka berdua : “Sebaik-baiknya air adalah : Air yang berasal diantara sela-sela jari Rasulullah SAW, kemudian Air Zamzam, kemudian Air Al-Kautsar, kemudian air sungai nil di Mesir dan kemudian sisanya segala sungai (di bumi). (Hasyiah al-Bajuri Jilid I)

Pertama : “Air Dari Sela Jari Rasulullah SAW”

Rasulullah SAW adalah seorang nabi dan rasul yang satu-satunya memiliki banyak mukjizat dari nabi dan rasul lainnya. Salah satu mukjizat yang beliau miliki adalah dapat mengeluarkan air dari sela-sela jarinya. Mukjizat ini turun pertama kali saat beliau dalam keadaan musafir bersama para sahabatnya. Dipertangahan jalan maka para rombongan kehabisan air untuk berwudhu bahkan untuk persediaan air minum pun sudah tiada. Saat kondisi seperti ini maka Rasulullah menyuruh salah seorang rombongan untuk mengeluarkan kantong air untuk diberikan kepada baginda lalu salah seorang memberikan kepada beliau sebuah kantong air yang terbuat dari kulit kambing. Disaat itulah maka Rasulullah memasukkan tangan kanannya kedalam kantong tersebut dan akhirnya secara perlahan sedikit demi sedikit diantara seluruh jari-jemari Rasulullah keluar air. Kejadian ini disaksikan langsung oleh sahabat Bilal bin Rabbah dan beberapa sahabat lainnya. Ketika air ini memenuhi kantong air tersebut maka beliau menyuruh sahabat bilal untuk memanggil para rombongan lain untuk berwudhu. Banyak sahabat yang bukan hanya mengambil air wudhu saja saat itu namun juga ada yang meminumnya, demikianlah yang dilakukan oleh sahabat Bilal bin Rabbah dan Ibnu Mas’ud.

Mukjizat Rasulullah ini disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah, sebagai berikut :

“Dalam pandangan kami mukjizat adalah anugrah Allah, tetapi dalam pandangan kalian mukjizat adalah peringatan. Suatu ketika kami menyertai Rasulullah dalam sebuah perjalanan dan kami nyaris kehabisan air. Nabi Bersabda : “Bawalah kemari air yang tersisa!”. Orang-orang membawa kantung yang berisi sedikit air. Nabi memasukkan telapak tangannya kedalam kantung itu dan berkata, “Mendekatlah pada air yang diberkahi dan ini berkah dari Allah.” Saya melihat air memancar dari sela-sela jemari Rasulullah SAW.” (Shahih Bukhari, juzu 5, no. 779)

Inilah air pertama paling mulia lagi suci yang berasal dari seorang manusia yang suci lagi bersih. Oleh karenanya maka apapun yang berasal dari baginda mulia maka pastilah mulia jua.

Kedua : “Air Zamzam”

Tidak dapat dipungkiri bahwa memang air zamzam merupakan air dalam urutan kedua sebagai air paling baik didunia. Bukan hanya kalangan muslim saja yang mengakui keberadaan air ini sebagai air terjerenih tanpa tandingan namun dari kalangan non muslim pun telah mengakuinya. Salah satu diantara para ilmuan itu adalah Dr. Masharu Emoto, salah seorang ahli dalam bidang air yang sempat meniliti kejaiban air tersebut hingga pada akhirnya ia menyimpulkan bahwa air zamzam memiliki unsur kristal yang lebih banyak dan bervariasi dari air-air lain yang ada didunia. Selain itu ia juga menyimpulkan bahwa zamzam juga dapat berfungsi sebagai penyembuhan untuk segala penyakit. Diakhir penelitiannya ia mengungkapkan secara fakta bahwa memang air zamzam adalah air paling baik didunia.

Dalam gambaran islam sendiri, sejak dulu air zamzam memang telah mengakui dan akan terus diakui bahwa ia merupakan air yang memiliki unsur mukjizat. Bagaimana tidak, secara historis saja zamzam memiliki garis sejarah yang tidak lepas dari sentuhan-sentuhan oleh para Nabi Allah. Mulai dimana air ini pertama kali ditemukan oleh seorang nabi Allah dari kaki bayi Ismail hingga terus air ini dipakai oleh generasi Nabi Muhammad SAW dan para umatnya. Selain itu Zamzam juga menjadi salah satu nilai lebih dimana banyak doa para nabi untuknya. Bahkan sebutan zamzam pun juga tertulis dalam literatur wahyu, diantaranya adalah zamzam disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadist Rasulullah SAW.

Dalam hadist sendiri, Rasulullah sangat banyak menyebutkan tentang kemukjizatan dari air zamzam :

Allah berfirman tentang air zamzam dalam sebuah doa Nabi Ibrahim A.S, doa ini dilantunkan oleh Ibrahim saat Air Zamzam telah hadisr dan kakbah pun telah dibangun. Saat tugas Ibrahim dan Ismail menyelesaikan tugas ini maka ia berdoa :

ربَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhanku kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim: 37)

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قاَلَ قَالَ رَسُوْلُ الله ِصَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاءُ زَمْزَمَ لمِاَ شُرِبَ لَهُ إِنْ شَرِبْتَهُ تَسْتَشْفِي شَفاَكَ الله, وَإِنْ شَرِبْتَهُ لِشَبْعِكَ أَشْبَعَكَ الله,ُ وَإِنْ شَرِبْتَهُ لِقَطْعِ ظَمْئِكَ قَطَعَهُ اللهُ وَهِيَ هَزْمَةُ جِبْرَائِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَسُقْيَا اللهِ إسْمَاعِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ

(رواه الدارقطني والحاكم وقال صحيح الإسناد)

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anh, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Air Zam-Zam sesuai dengan niat ketika meminumnya. Bila engkau meminumnya untuk obat, semoga Allah menyembuhkanmu. Bila engkau meminumnya untuk menghilangkan dahaga, semoga Allah menghilangkannya. Air Zam-Zam adalah galian Jibril, dan curahan minum dari Allah kepada Ismail.” (Riwayat Ad-Daraqthani dan Hakim, hadist ini shahih secara sanad)

   وَعَنْ أَبِيْ الطُّفَيْلِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُوْلُ كُنَّا نُسَمِّيْهَا شَبَّاعَةً يَعْنِيْ زَمْزَمَ وَكُنَّا نَجِدُهَا نِعْمَ الْعَوْنُ عَلَى الْعِيَالِ

رواه الطبراني في الكبير

“Dari Abi Thufail, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah bersabda,”Kami menyebut air Zam-Zam dengan syuba’ah (yang mengenyangkan). Dan kami juga mendapatkan, air Zam-Zam adalah sebaik-baik pertolongan (kebutuhan atas kemiskinanan)”. [HR Tabrani]

Ketiga : “Air Al-Kautsar”

Nama “Al-Kautsar” memiliki banyak arti. Al-Qur’an menyebutkan kata ini sebanyak satu kali dalam satu surat dengan nama yang sama, yaitu Al-Kautsar.

Menurut Imam Al-Jauzi bahwa kata “Al-Kautsar” terdapat enam model makna :

(1). Al-Kautsar adalah sungai di surga.

Makna Al-Kautsar pertama adalah mengarah kepada sebuah aliran sungai didalam surga. Pendapat ulama yang mengatas maknakan arti ini kepada sungai surga karena merujuk kepada sebuah hadist Nabi SAW sebagai berikut :

عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا آنِيَةُ الْحَوْضِ قَالَ « وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لآنِيَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ نُجُومِ السَّمَاءِ وَكَوَاكِبِهَا أَلاَ فِى اللَّيْلَةِ الْمُظْلِمَةِ الْمُصْحِيَةِ آنِيَةُ الْجَنَّةِ مَنْ شَرِبَ مِنْهَا لَمْ يَظْمَأْ آخِرَ مَا عَلَيْهِ يَشْخُبُ فِيهِ مِيزَابَانِ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْ شَرِبَ مِنْهُ لَمْ يَظْمَأْ عَرْضُهُ مِثْلُ طُولِهِ مَا بَيْنَ عَمَّانَ إِلَى أَيْلَةَ مَاؤُهُ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ

Dari Abu Dzarr, ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan bejana yang ada di al-haudh (telaga Al-Kautsar)?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya. Wadah untuk minum yang ada di telaga Al-Kautsar banyaknya seperti jumlah bintang dan benda yang ada di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga. Barang siapa yang minum air telaga tersebut, maka ia tidak akan merasa haus selamanya. Di telaga tersebut ada dua saluran air yang tersambung ke Surga. Barang siapa meminum airnya, maka ia tidak akan merasa haus. Lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu.” (HR. Muslim, no. 2300)

(2) Al-Kautsar bermakna “kebaikan”.

Maksudnya adalah segala kebaikan yang Allah berikan kepada Rasulullah SAW dan semua umatnya yang berbuat baik kepada dirinya dan kepada yang lainnya. Makna Al-Kautsar dengan arti baik disini merujuk kepada sebuah hadist Nabi sebagai berikut :

Makna yang kedua ini diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari rahimahullah dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa beliau berkata tentang makna Al-Kautsar, “Dia (Al-Kautsar) adalah kebaikan-kebaikan yang telah Allah subhaanahu wa ta’aalaa berikan kepada beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam.” (Shahih al-Bukhari no. 4966)

(3) Al-Kautsar adalah ilmu dan Al Qur’an. Demikian pendapat Al Hasan Al Bashri.

(4) Al-Kautsar adalah nubuwwah (kenabian). sebagaimana pendapat ‘Ikrimah.

(5) Al-Kautsar adalah begitu banyak pengikut dan umat. Demikian kata Abu Bakr bin ‘Iyasy[1].

Diantara 5 pendapat tersebut makna al-kautsar kepada sungailah yang lebih tsiqqah, hal ini karena banyak ditemukan hadist dan pendapat para ahli mufassirin mengenai hal tersebut.

Keempat : “Sungai Nil”

Sungai Nil merupakan sungai terpanjang di dunia saat ini, lokasi suungai ini membelah ke sembilan negara diantaranya adalah Ethiopia, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan, dan Mesir. Sungai Nil memiliki panjang hingga mencapai 6.650 km.  Aliran airnya berasal dari pegunungan Kilimanjoro, Afrika Timur dan mengalir dari arah selatan ke utara dan bermuara di laut tengah.

Ada fenomena sungai nil yang menjadi perhatian para ilmuwan Arab tentang kadar air yang seolah sudah diatur. Pada musim dingin, sungai ini justru surut, namun ketika musim panas tiba, maka  debit airnya malah naik. Luapan air menggenangi daerah kiri dan kanan sungai, dapat menjadi lembah yang subur selebar antara 15 sampai 50 kilometer. Sehingga meski musim panas, namun kawasan di wilayah sungai Nil tetap subur. Naiknya sungai Nil di musim panas karena mencairnya salju di pegunungan Kilimanjoro.

Dalam sejarah peradaban umat manusia, sungai nil telah menjadi saksi bisu bagi seluruh peristiwa yang pernah terjadi disekitaran 9 negara. Sungai nil ini tidak pernah lepas dari sejarah dimana Fir’aun dahulu pernah berbuat keonaran dimuka bumi ini. Sungai nil-lah yang menjadi saksi bisu dimana jugalah para nabi dan rasul dahulu pernah mendatangi sungai ini. Seperti Nabi Musa, Nabi Harun dan beberapa nabi lainya.

Al-Qur’an menyebut nama nil sebanyak 3 kali, diantaranya terdapat pada surat Taha : 39, Al-Qassas : 7 dan 10. Diantara salah satu ayatnya Allah SWT telah berfirman :

أَنِ اقْذِفِيهِ فِي التَّابُوتِ فَاقْذِفِيهِ فِي الْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ الْيَمُّ بِالسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّي وَعَدُوٌّ لَّهُ ۚ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّي وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِي

“Yaitu: “Letakkanlah ia (Musa) didalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku[916]; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.” (Taha : 39)

Setelah dari 4 air diatas diurutkan sebagai air yang paling suci dan baik, maka setelahnya baru disusul oleh sungai-sungai yang ada di dunia lainnya. Inilah beberapa penjelasan mengenai sungai paling suci dan bersih sepanjang sejarah. Semoga dapat memberi kita pengetahuan.

[1] Lihat Zaadul Masiir, 9: 247-249

Sumber :

Tgk. Habibie S.TH

Lihat Videonya dbawah ini :

Kunjungi YouTube kami (ISLAM FOUNDATION)

1 Komentar

Tinggalkan balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here