Tahukah Anda …!!! Sedang Apakah Allah Sekarang ?

0
394

alwaliyah.com | Kaum Atheis telah dikenal sejak dahulu sebagai sebuah isme ataupun pemahaman yang sangat fanatik kepada akal semata. Mereka tidak mempercayai tuhan, bagi mereka tuhan adalah dunia yang tak nyata dan tidak dapat dirasakan dengan panca indra. Bagi atheis sendiri membuktikan tuhan seharusnya dengan akal manusia, karena akal-lah yang menjadi hal utama hidup dalam kehidupan, hampir seluruh kehidupan manusia adalah hasil dari pemikiran akal, sedangkan hal yang bersifat ghaib ataupun segala sesuatu yang tidak dapat dilihat, didengar, diraba dan diresapi dalam akal maka sesuatu itu tidaklah berwujud alias dia tidaklah ada maka demikianlah segala tuhan yang dipercayai oleh kebanyakan manusia.

Begitulah cara berfikir kaum atheis yang tidak percaya kepada tuhan. Hanya karena akal-lah yang menjadikan patokan inti untuk membuat defenisi aneh tentang tuhan maka wajarlah jika kaum atheis ini di eropa tidaklah sedikit jumlah, faktanya negeri eropa dan sedikitnya asia seperti jepang banyak berpaham atheis ataupun menganut isme akal semata tanpa ada ketuhanan pada diri mereka.

Tidaklah heran jika terkadang kaum atheis melontarkan beberapa pertanyaan ketuhanan kepada seorang penganut tuhan yang terkadang juga sulit bagi yang bertuhan untuk bisa menjawabnya. Ada banyak susunan senjata akal tentunya yang telah mereka buat untuk menyerang kaum ketuhanan agar tidak mempercayai tuhan dan melebihkan akal dalam hidup dan kehidupan. Diantara banyaknya pertanyaan atheis kepada kaum pengikut tuhan, termasuk lontaran tanya kepada kaum muslimin adalah “Sedang apakah Allah Saat Ini..?.”

Pertanyaan ini tentunya sangat menjebak kaum muslimin yang bertuhan kepada Allah, karena secara tidak langsung ketika lontaran tanya ini diarahkan kepada seorang hamba maka sudah tentu sebagai penganut agama dan bertuhankan Allah maka haruslah ia dapat menjawabkan.

Dan sekarang yang menjadi pertanyaannlah adalah bagaimanakah cara menjawab “Sedang apakah Allah saat ini ?”

Allah adalah Tuhan semesta alam yang tidak ada tuhan selain-Nya. Segala sesuatu yang ada tercipta dan dikendalikan oleh-Nya. Tidak ada satupun dimanapun dan kapanpun segala benda yang terkecil sekalipun ataupun yang besar, yang tersembunyi sekalipun ataupun yang terlihat, yang tidak terlihat sekalipun ataupun tertampak jelasnya maka semua berada pada genggaman dan kekuasaan-Nya. Tidak ada satupun yang dapat menyaingi bahkan yang menyamai-Nya karena Dia-lah Allah sesungguhnya yang memang tidak ada dzat persaingan ataupun penyamaan. Demikianlah yang difirmankan Allah dalam Surat Asy-Syuura: 11

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syuura: 11)

Allah maha suci atas segala-galanya, baikkah Ia suci pada dzat, sifat, ataupun perbuatan-Nya. Arti suci disini adalah Dzat, dan segala perbuatan yang Ia miliki tidaklah bercampur ataupun terkomposisi oleh sifat dan dzat makhluk ciptaan lainnya. Dan demikianlah seharusnya Tuhan yang sebenarnya tuhan, bahwa tidaklah pantas jika tuhan bercampur, menyatu ataupun terunsur oleh suatu apapun walaupun sekecil apapun.

Urusan dan segala perbuatan yang ia lakukan tentunya hanya Dia-lah yang lebih mengetahuinya. Tidak ada satupun manusia bahkan seluruh para nabi sekalipun yang mengetahui bagaimana dan kegiatan apakah yang telah ataupun yang sedang Allah perbuat saat ini melainkan semua keadaan itu kembali kepada Allah SWT.

Namun bagaimanakah menjawab jawaban yang tepat untuk pertanyaannya, “Sedang apakah Allah saat ini ?”

Tidak ada jawaban lainnya untuk menjawab pertanyaan ini melainkan dengan akal jua. Seorang atheis ia mempertanyakan Allah dengan akal maka seorang penjawab pertanyaan haruslah demikian jua, yaitu mempergunakan jawaban akal untuk menjawab pertanyaan akal.

Tahukah anda apakah jawaban yang tepat untuk pertanyaan atheis diatas ?, jawabannya ada pada “apakah yang sedang engkau pikirkan saat ini”, jika sedangnya sebuah perlakuan yang sedang berlangsung maka demikianlah sedangnya Allah melakukan sebuah perbuatan yang sedang anda lakukan.”

Demikianlah jawaban dari seorang imam Abu hanifah ketika beliau berjumpa dengan salah seorang atheis dimasanya. Saat itu Imam Abu Hanifah menaiki suatu panggung dan duduk diatas kursi kerejaan sedangkan yang lainnya, termasuk raja, bala tentaranya beserta para mentri berada dibawah panggung, termasuk seorang atheis itu.

Maka ketika Seorang Atheis itu bertanya dengan berulang-ulang mengenai sedang apakah Allah saat ini ?, maka imam abu hanifah menjawab :

“Ketika aku dapat menaiki atas panggung ini, lalu aku duduk diatas kursi kerajaan dan yang paling penting adalah aku sekarang ini berada diatas tempat yang tidak semua orang dapat menaikinya sedangkan sekarang posisi kalian semua sedang berada diabawah maka hari inilah yang sedang dilakukan Allah untuk ku dan untuk kalian semua.”.

Demikianlah yang dijelaskan oleh Imam Abu Hanifah mengenai pertanyaan atheis tersebut diatas. Pada dasarnya, apapun yang dilakukan oleh Allah SWT hanyalah Dia yang lebih mengetahuinya, tidak ada satupun manusia ataupun makhluk ciptaan-Nya yang lebih mengetahui ataupun yang mengetahui walau hanya sedikit tentang segala perbuatan Allah SWT.

Namun walaupun demikian, untuk menjawab pertanyaan yang bernuansa akal maka sudah pastilah kita juga dapat mendatangkan jawaban pertanyaan akal itu dengan jawaban akal jua. Ada banyak jawaban akal tentunya yang dapat diarahkan, namun jawaban yang telah dibahaskan diatas sudah menjadi benteng bagi kita semua untuk dapat menjawab menyudut dari kaum atheis.

Semoga penjelasan ini dapat menjadikan kita untuk terus belajar dan mencari ilmu pengetahuan agar kita selalu menjadi orang-orang yang diridhai dan diberkahi oleh Allah SWT.

Sumber : Tgk. Habibie M. Waly S.TH

           

Tinggalkan balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here