Non Muslim Berkata “Kakbah Dikiblatkan Islam Karena Itu Tuhan”, Bagaimana Menjawabnya ?

0
241

Pertanyaan: Ketika Islam melarang pemujaan terhadap berhala mengapa umat Muslim memuja dan menunduk di hadapan Kabah dalam ibadahnya?

Jawaban: Ka’bah adalah Kiblat atau arah dimana umat Muslim menghadapkan wajahnya dalam sholat. Sangat penting untuk dicatat bahwa meskipun umat Muslim menghadapkan wajahnya ke Kabah ketika sholat, mereka tidak memuja atau menyembah Kabah. Umat Muslim memuja dan menyembah hanya kepada Allah. hal tersebut termaktub dalam Surah Al-Baqarah:

“Kami melihat mukamu menengadah ke langit, maka Kami akan memalingkan kamu ke arah Kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke Masjidil Haram: dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.” [Al-Qur’an 2:144]

1) Islam percaya pada pengembangan kesatuan Misalnya, jika umat Muslim akan melakukan sholat, bisa saja beberapa ingin menghadapkan wajahnya ke utara, sementara sebagian yang lain ingin menghadapkan wajahnya ke selatan. Agar semua umat bersatu, umat Muslim dalam sembahyangnya terhadap Tuhan yang maha Esa, diperintahkan untuk menghadapkan wajahnya ke satu arah, yaitu menghadap Kabah. Jika umat Muslim tinggal di sebelah barat Kabah, maka ke timurlah wajahnya menghadap. Jika mereka tinggal di sebelah timur Kabah, maka ke baratlah wajah mereka menghadap ketika sholat.

2) Kabah terletak di Pusat Peta Dunia Umat Muslim adalah orang-orang pertama yang menggambar peta dunia. Mereka menggambar peta dengan meletakan selatan di atas dan utara di bawah. Kabah terletak di tengah-tengah. Kemudian pembuat peta dari Barat menggambar peta dengan meletakan utara di atas sementara selatan di bawah. Meski demikian, Ka’bah tetap terletak di tengah-tengah atau pusat dari peta dunia.

3) Tawaf mengelilingi Kabah mengindikasikan satu Tuhan Ketika umat Muslim datang ke Masjidil Haram di Mekkah, mereka melakukan tawaf mengelilingi Kabah. Hal ini menyimbolkan keimanan dan penyembahan pada satu Tuhan sebagaimana setiap lingkaran memiliki satu titik pusat, maka hanya ada Allah SWT, satu-satunya Tuhan yang disembah.

4) Hadist Umar Terkait dengan batu hitam Hajar Aswad, ada sebuah hadist yang dihubungkan kepada sahabat Nabi SAW, Umar. Menurut Sahih Bukhari, Volume 2, tentang Haji, bab 56, H.No. 675. Umar berkata, “Aku tahu bahwa kau adalah sebuah batu yang tidak bisa memberi kebaikan atau kerugian. Tidak pernah aku melihat Nabi SAW menyentuh (dan mencium) mu, maka aku tidak akan pernah menyentuh (dan mencium) mu.” 5) Orang-orang berdiri di atas Ka’bah dan mengumandangkan Adzan Pada zaman Nabi, orang-orang bahkan berdiri di atas Kabah dan mengumandangkan Adzan, atau seruan untuk Sholat. Seseorang boleh bertanya pada mereka yang menyatakan tanpa bukti bahwa umat Muslim menyembah Kabah: penyembah berhala yang mana yang berdiri di atas berhala sesembahannya?

Sumber : ANSWER TO NON-MUSLIMS COMMON QUESTIONS ABOUT ISLAM (Dr. Zakir Abdul Karim Naik). Hal. 19

Tinggalkan balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here