Dijaga Sejak Bayi Oleh Jibril & Menjadi Sahabat Musa, Inilah Sang Pencipta Patung Pertama Dunia

www.alwaliyah.com

alwaliyah.com | Sepertimana yang telah kita lihat saat ini, patung banyak digunakan sebagai alat perhiasan dalam rumah dan disisi lain dijadikan sebagai bahan koleksi pribadi. Patung dalam sejarah manusia memiliki fungsi masing-masingnya tergantung pada orang yang menjadikannya sebagai apa dan digunakan untuk apa. Dari sebahagian manusia yang lain menjadikan patung sebagai rengkarnasi tuhan, bahkan tak jarang menjadikannya sebagai tuhan secara mutlak.

Kesimpulannya adalah patung dalam berbagai macam aspek tinjuan menjadikannya dalam beberapa hal kebutuhan manusia, tentu tergantung pada apa yang diinginkan manusia itu terhadap patung tersebut. Namun anda harus tahu, diantara patung yang berbagai macam modelnya faktanya ada satu model patung yang pertama kali dibuat oleh umat nabi musa, patung ini dalam sejarah menjadi incaran para peneliti dan bernilai sangat tinggi dari patung-patung lainnya.

Pertanyaannya adalah siapakah nama seorang yang pertama kali membuat patung itu dan mengapakah patung tersebut menjadi sangat mahal harganya hingga menjadi incaran hampir semua peneliti dunia ?

Adapaun kisah pembuat patung ini bermula saat nabi Musa telah menyelamatkan umatnya dari kejaran firaun hingga selamat dari luapan lautan yang terbelah oleh tongkat Nabi Musa untuk menyelamatkan umatnya. Allah mengkisahkan peristiwa ini secara rinci didalam Al-Qur’an sebagai berikut :

وَلَقَدۡ أَوۡحَیۡنَاۤ إِلَىٰ مُوسَىٰۤ أَنۡ أَسۡرِ بِعِبَادِی فَٱضۡرِبۡ لَهُمۡ طَرِیقࣰا فِی ٱلۡبَحۡرِ یَبَسࣰا لَّا تَخَـٰفُ دَرَكࣰا وَلَا تَخۡشَىٰ ۝  فَأَتۡبَعَهُمۡ فِرۡعَوۡنُ بِجُنُودِهِۦ فَغَشِیَهُم مِّنَ ٱلۡیَمِّ مَا غَشِیَهُمۡ ۝  وَأَضَلَّ فِرۡعَوۡنُ قَوۡمَهُۥ وَمَا هَدَىٰ ۝  یَـٰبَنِیۤ إِسۡرَ ٰ⁠ۤءِیلَ قَدۡ أَنجَیۡنَـٰكُم مِّنۡ عَدُوِّكُمۡ وَوَ ٰ⁠عَدۡنَـٰكُمۡ جَانِبَ ٱلطُّورِ ٱلۡأَیۡمَنَ وَنَزَّلۡنَا عَلَیۡكُمُ ٱلۡمَنَّ وَٱلسَّلۡوَىٰ

Dan sungguh, telah Kami wahyukan kepada Musa, “Pergilah bersama hamba-hamba-Ku (Bani Israil) pada malam hari, dan pukullah (buatlah) untuk mereka jalan yang kering di laut itu, (engkau) tidak perlu takut akan tersusul dan tidak perlu khawatir (akan tenggelam).” [77]. Kemudian Fir‘aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, tetapi mereka digulung ombak laut yang menenggelamkan mereka [78]. Dan Fir‘aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk [79]. Wahai Bani Israil! Sungguh, Kami telah menyelamatkan kamu dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu (untuk bermunajat) di sebelah kanan gunung itu (gunung Sinai) dan Kami telah menurunkan kepada kamu mann dan salwa [80]. – [Surat Tha-Ha 77 – 80]

Sebagaimana yang disebutkan Al-Quran, setelah kaum musa selamat dalam keselamatan yang telah dijanjikan Allah kepada Musa. Maka hiduplah mereka bersama Nabi Musa dalam iman dan islam kepada Allah dan nabi-Nya. Hingga pada masanya Nabi Musa A.S dipanggil Allah untuk berangkat menuju sinai untuk menerima beberapa lembaran wahyu melalui wasilah malaikat jibril.

Ketika Musa berangkat untuk memenuhi perintah ini maka Musa meninggalkan umatnya untuk sementara waktu selama beliau memenuhi perintah Allah SWT. Selama Musa dalam perjalanan maka umat musa ditinggal oleh-Nya dalam sebuah tempat untuk tetap patuh dan beriman atas ajaran Musa. Namun karena begitu lama tertinggal sebahagian keimanan umat musa mulai tergoyahkan dan berkehendak untuk kembali kepada ajaran yang pernah mereka anut sebelumnya. Maka disinilah awal mula munculnya kembali penyembahan berhala oleh sebahagian umat musa.

Sebahagian mereka umat musa itu mencari dan mulai membuat alat untuk disembah kembali, maka munculnya salah seorang bernama Samiri yang menjadi pelopor ide pertama untuk menyembah patung dan membuat patung. Dari sini maka terciptalah patung pertama dalam bentuk sapi yang dibuat samiri sebagai alat sembah yang diakui tuhan oleh mereka. Kisah ini diungkapkan Allah didalam Al-Quran :

فَاَخْرَجَ لَهُمْ عِجْلًا جَسَدًا لَّهٗ خُوَارٌ فَقَالُوْا هٰذَآ اِلٰهُكُمْ وَاِلٰهُ مُوْسٰى ەۙ فَنَسِيَ ۗ

“Kemudian (dari lubang api itu) dia (Samiri) mengeluarkan (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara untuk mereka, maka mereka berkata, “Inilah Tuhanmu dan Tuhannya Musa, tetapi dia (Musa) telah lupa.” (Q.S Thaha : 88)

قَالَ فَاِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنْۢ بَعْدِكَ وَاَضَلَّهُمُ السَّامِرِيُّ

Dia (Allah) berfirman, “Sungguh, Kami telah menguji kaummu setelah engkau tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.” (Q.S Thaha : 85)

Allah menyebut nama Samiri sebanyak 5 kali. Dalam sejarah menyebutkan bahwa mulanya Samiri adalah salah satu bayi selain Nabi Musa as yang selamat dari kebijakan Fir’aun yang hendak membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir. Hingga akhirnya malaikat Jibril diutus oleh Allah untuk menyelamatkan bayi Samiri. Setelah dirawat dan dibesarkan oleh malaikat Jibril, Samiri tumbuh menjadi seorang pemuda yang kerap menyendiri dan tidak bisa berbaur dengan masyarakat. Dari situ pula Samiri mendapat kemampuan lebih dan mengenali malaikat Jibril layaknya seorang nabi.

Musa Samiri yang bernama asli Mikha atau Musa bin Zhafar setelah dewasa menjadi pengikut Nabi Musa as dan menjadi bagian dari kaum Bani Israil. Ketika peristiwa Nabi Musa membelah laut, Samiri pun termasuk bagian dari mereka yang diselamatkan dari kejaran Fir’aun la’natullah. Pada saat itu pula Samiri menyadari bahwa rombongan Nabi Musa itu didampingi malaikat Jibril yang menunggangi kuda. Hasrat sesat Samiri saat mengetahui yang menunggangi kuda adalah malaikat Jibril membuatnya mengumpulkan tanah bekas jejak langkah Jibril dan menyimpannya.

Ada sebab mengapa samiri membuat patung sapi hingga ia dan teman-temannya menyembah patung yang dibuatnya. Peristiwa ini bermula saat Nabi Musa beserta kaumnya hendak meninggalkan Mesir, rombongan itu melewati sebuah desa yang menyembah patung anak sapi. Melihat itu, kaum Bani Israil bukannya semakin menguatkan keimanan mereka akan tetapi meminta kepada Nabi Musa agar membuatkan patung sebagaimana yang penduduk desa itu sembah. Mendengar permintaan tersebut Nabi Musa pun geram dan meminta kaum Bani Israil agar selalu menjaga ketauhidan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.

Saat melanjutkan perjalanan itu, Nabi Musa mendapat perintah dari Allah untuk mengasingkan diri ke gungun sinai guna mendapat mukjizat Taurat. Sebenarnya, Nabi Musa berniat pergi ke bukit tersebut selama 10 malam, tetapi karena suatu hal maka ditambah hingga 40 malam. Sebelum pergi, Nabi Musa menitipkan Bani Israil kepada Nabi Harun agar selalu menjaga ketauhidan mereka. Namun dibalik kepergian musa, Samiri yang teringat dengan tanah jejak langkah Jibril yang disimpannya timbul niatan buruk. Samiri meminta Bani Israil untuk mengumpulkan emas dan kemudian dileburnya. Setelah dilebur, emas itu dilempar tanah jejak langkah Jibril dan jadilah patung anak sapi.

Kaum Bani Israil yang sejak semula meminta patung itu kepada Nabi Musa terhipnotis dengan apa yang dilakukan Samiri dan menyembahnya. Nabi Harun pun tidak kuasa mengendalikan kemusyrikan itu sendirian karena Bani Israil memang dikenal sebagai kaum yang teramat sulit dikendalikan dan dikenal kaum paling berani melawan nabinya.

Dari sinilah penyembahan patung kembali terjadi, hingga disuatu hari setelah Musa menemukan umatnya telah kembali kepada ajaran semula maka Musa mencari samiri hingga ia menurut riwayat menyebutkan terkena pukulan keras dari Nabi Musa A.S. Tentu kemarahan Nabi Musa ini wajarlah terjadi, karena selama 40 tahun Musa meminta kepada Allah untuk menyelamatkan umatnya yang terkena kekejaman Firaun. Selain itu dengan perjuangan beliau dalam berbagai macam rintangan dan ancaman hidup dan mati melawan firaun dan bala tentaranya yang membuat keluapan amarah musa kepada kaum yang telah diselamatkan Allah namun kembali berbuat kesalahan dan bahkan mensekutukan Allah SWT.

Al-Hasil Atas apa yang dilakukan Samiri dan sebahagian umatnya ini Allah mengirim azab kepada mereka berupa penyakit aneh. Kulit mereka terasa terbakar apabila ada orang lain yang menyentuhnya. Samiri pun selalu berteriak kepada orang lain agar jangan menyentuhnya mengingat sakit yang dideritanya akan sangat menyiksa.

Seiring berjalannya waktu, patung sapi samiri yang pernah dikisahkan didalam Al-Quran ini menjadi bahan penelitian oleh ilmuan di abad modern. Belum diketahui dimanakah sesungguhnya patung yang dicertakan pada kisah tersebut diatas, namun yang jelas patung ini sangat tinggi nilai harganya, karena selain patung itu terbuat dari emas murni dan berat berkilo-kilo beratnya patung tersebutpun bernilai situs yang jauh sangat berharga. Wallahu’alam hanya Allah yang mengetaui dimanakah patung tersebut berada.

Demikianlah fakta mengenai samiri dan patungnya yang bernilai sangat tinggi. Semoga penjelasan ini menjadi bahan itibar bagi kehidupan sehari-hari kita.

Sumber : Tgk. Habibie M. Waly S.TH

9 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like