Sepele Memang Tapi 5 Cara Makan Ini Yang Membuat Allah Senang Melihat Kamu

www.alwaliyah.com

alwaliyah.com | Islam telah mengatur segala aktivitas yang kita lakukan baik di dunia maupun di akhirat, tentu sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah dan Rasul-Nya. Adapun Salah satu aktivitas rutin yang kita lakukan adalah dalam hal makan dan minum.

Makan dan minum merupakah kegiatan pokok manusia dalam keseharian. Dengan makan dan minum maka manusia akan menjadi sehat dan kuat, demikian sebaliknya bahwa tanpa makan dan minum tentu manusia akan sakit, bahkan sebab lain dari makan dan minum pun juga dapat menjadikan manusia mati karena terlalu berlebihan dan tidaklah terkontrol. Selain itu sebab adanya kebiasaan yang tidak sehat dan aturan makan minum yang salah juga menjadi sebab timbunya penyakit bagi manusia bahkan berujung kepada kematian.

Kesimpulannya adalah dengan adanya cara makan yang sehat dan benar menjadi sebab dimana makanan dan minum menjadi manfaat bagi tubuh manusia, tentu segala aturan ini telah ditentukan Allah kepada kekasih-Nya, Nabi Muhammad SAW.

Lalu bagaimanakah sesungguhnya cara makan dan minum yang diatur oleh baginda Rasulullah SAW, berikut 5 adab sunnah makan dan minum Nabi SAW.

Pertama : Membersihkan Kedua Tangan

Sebelum kita memulai makan dan minum, tentu baiknya adalah membersihkan terlebih dahulu tangan kanan dan tangan kiri kita sebelum menyentuh makanan atau minuman.

Rasulullah Bersabda :

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا قَيْسٌ عَنْ أَبِي هَاشِمٍ عَنْ زَاذَانَ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ قَرَأْتُ فِي التَّوْرَاةِ أَنَّ بَرَكَةَ الطَّعَامِ الْوُضُوءُ قَبْلَهُ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَرَكَةُ الطَّعَامِ الْوُضُوءُ قَبْلَهُ وَالْوُضُوءُ بَعْدَهُ وَكَانَ سُفْيَانُ يَكْرَهُ الْوُضُوءَ قَبْلَ الطَّعَامِ قَالَ أَبُو دَاوُد وَهُوَ ضَعِيفٌ

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Qais dari Abu Hasyim dari Zadzan dari Salman ia berkata, “Aku membaca dalam Taurat bahwa berkah makanan adalah dengan berwudlu sebelum makan. Lalu aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: “Berkah makanan adalah dengan berwudlu sebelum makan dan setelah makan.” Sedangkan Sufyan tidak menyukai wudlu sebelum Makan.

Ada alasan tentunya mengapa sebelum makan dan minum nabi menyuruh umatnya untuk berwudhu, hal ini karena tangan setiap manusia terdapat bakteri-bakteri yang menempel ditangan. Fakta membuktikan, tangan manusia yang kotor karena menyentuh feses mengandung kurang lebih 10 juta virus dan bakteri yang tak kasat mata, dan itu dapat disterilkan dengan mencuci tangan memakai sabun pembunuh bakteri. Oleh karena itu menyentuh makanan tanpa membasuh tangan atau berwudhu maka akan mudah terkena penyakit disebabkan bercampurnya makanan dengan virus dan juga bakteri.

Kedua : Membaca Bismillah Sebelum Makan

Membaca bismillah sebelum melakukan aktifitas, termasuk didalamnya adalah makan dan minum merupakan amaliah yang diberkahi Allah SWT. Setiap pekerjaan yang di awali basmalah maka amalan itu mengandung berkah. Maka makan dan minum jika didahului dengan memuji Allah atau mengupakan kaimat bismillah maka makan dan minum itu jua juga termasuk pekerjaan yang berkahi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya :

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ

“Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.” (HR. Al-Khatib dalam Al-Jami’, dari jalur Ar-Rahawai dalam Al-Arba’in, As-Subki dalam tabaqathnya).

Ketiga : Membaca Doa

Membaca Doa kepada Allah bertujuan untuk diberi berkah dan kesehatan dalam makanan dan minuman yang kita miliki. Tentu meminta pertolongan dalam setiap hal kepada Allah merupakan sebuah ibadah yang setiap diri kita harus kita lakukan. Termasuk dari marabahaya yang bisa saja terjadi pada makanan dan minuman yang sedang kita kosumsi. Selain itu berdoa sebelum makan dan minum juga menjadi adab sunnah yang selalu nabi kerjakan.

Dalam sebuah hadits disebutkan :

حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْحَاقَ التُّسْتَرِيُّ، وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي زُرْعَةَ الدِّمَشْقِيُّ، قَالَا: ثنا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى بْنِ سُمَيْعٍ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي الزُّعَيْزِعَةِ، حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ فِي الطَّعَامِ إِذَا قُرِّبَ إِلَيْهِ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، بِسْمِ اللَّهِ»

“Al Husain bin Ishaq At Tustari dan Muhammad bin Abi Zur’ah Ad Dimasyqi, mereka berdua berkata, Hisyam bin ‘Ammar mengatakan kepadaku, Muhammad bin Isa bin Sumay’i mengatakan kepadaku, Muhammad bin Abi Az Zu’aizi’ah mengatakan, ‘Amr bin Syu’aib mengatakan kepadaku, dari ayahnya (Syu’aib bin Muhammad As Sahmi), dari Abdullah bin ‘Amr radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

Bahwa beliau ketika hendak makan dan hidangan didekatkan kepada beliau, beliau berdoa: – Alloohumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa waqinaa ‘adzaabannaar – (Ya Allah berkahilah makanan yang telah engkau karuniakan kepada kami, dan jauhkanlah kami dari api neraka). Bismillah“.

Di Hadits lain Rasulullah Bersabda :

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِى لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ جَاءَ بِهَذَا الأَعْرَابِىِّ يَسْتَحِلُّ بِهِ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ وَجَاءَ بِهَذِهِ الْجَارِيَةِ يَسْتَحِلُّ بِهَا فَأَخَذْتُ بِيَدِهَا فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنَّ يَدَهُ لَفِى يَدِى مَعَ أَيْدِيهِمَا

“Sungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya. Setan datang bersama orang badui ini, dengannya setan ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Dan setan tersebut juga datang bersama budak wanita ini, dengannya ia ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan tersebut ada di tanganku bersama tangan mereka berdua.” (HR. Abu Daud no. 3766)

Keempat : Makan Dengan Cara Baik

Salah satu maksud makan dengan cara baik itu adalah dengan menggunakan tangan kanan saat makan dan minum. Rasulullah ketika makan dan minum selalu menggunakan tangan kanan, beliau tidak serta merta menggunakan tangan kirinya untuk menyantap makanan.

Rasulullah bersabda :

إذا أَكَلَ أحدُكُم فليأكلْ بيمينِهِ . وإذا شرِبَ فليشربْ بيمينِهِ . فإنَّ الشَّيطانَ يأكلُ بشمالِهِ ويشربُ بشمالِهِ

“Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim no. 2020).

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam membiasakan diri mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir, bersuci dan dalam setiap urusannya” (HR. Bukhari 168).

Alasan mengapa nabi menuyuruh kita harus makan dengan tangan kanan, karena tangan kanan merupakah simbol kebaikan sedangkan yang kiri adalah simbol keburukan karena tangan kiri dibapakai untuk alat untuk bersuci. Oleh karenanya makanan dan minuman adalah hal yang baik maka harus menggunakan tangan yang baik pula.

Selain makna “cara yang baik” itu adalah makanan dengan tangan yang kanan, maka sisi baik dan sehatnya pada makanan itu juga menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. Karena makanan yang baik bagi tubuh akan menghasilkan kebaikan bagi tubuh dan demikian juga sebaliknya.

Allah berfirman :

وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ

Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. (Q.S Al-Maidah : 88)

Kelima : Berdoa Setelah Makan & Minum

Salah satu adab Rasulullah yang lain dalam hal makan dan minum adalah beliau selalu menyebut nama Allah setelah selesai menyantap makanan dan minuman. Hal ini bertujuan untuk mensyukuri atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT atas manakan yang dapat dimakan dan minuman yang telah dapat diminum.

Oleh karenanya segala sesuatu yang telah dianugrahkan Allah dalam kehidupan sehari-hari seharusnyalah kita harus bersyukur kepada sang pencipta alam, karena pada hakikatnya apa yang telah kita makan dan minum adalah dibalik izin kehendak-Nya.

Nabi Muhammad mengajari kita untuk selalu berdoa ketika setelah menyantap makanan dan minuman :

مَنْ أَكَلَ طَعَامًا فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنِى هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَ قُوَّةٍ. غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: “Alhamdulillaahilladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin” (Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini, dan merizkikan kepadaku tanpa daya serta kekuatan dariku), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Abu Daud no. 4043, Tirmidzi no. 3458, Ibnu Majah no. 3285 dan Ahmad 3: 439. Imam Tirmidzi).

Inilah 5 cara dan adab sunnah nabi ketika dan sesudah makan. Cara nabi tentu adalah cara paling baik dalam segala cara. Oleh karenanya makan dan minum jika kita turuti sebagaimana Nabi Muhammad maka tentu jiwa dan badan ini akan selalu sehat. Tidak hanya sehat untuk tubuh karena makanan yang sehat namun sehat jiwa dan batin karena sebab doa dan dzikir yang selalu kita lantunkan ketika makan dan minum kepada Allah SWT. Semoga penjelasan ini bermanfaat

Sumber : Tgk. Habibie M. Waly S.TH

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like