Arab Semakin Gila…!!! Syeikh Ini Melegalkan Salah Satu Pintu Maksiat di Negrinya

www.alwaliyah.com

alwaliyah.com | Salah satu tanda kiamat dari sekian banyak tanda adalah terdapat banyak umat muslim yang telah mengikuti adat istiadat yang bukan dari ajaran islam. Setiap agama tentu mempunyai adat kebiasaan masing-masing yang diajarkan didalam agama, termasuk agama islam itu sendiri, namun jika umat muslim mengikuti adat istiadat orang lain yang bukan dari agamanya maka dilarang oleh Allah SWT. Itulah sebabnya Rasulullah sangat melarang umatnya mengikuti sebuah kebiasaan yang bukan dari apa yang telah dituntut oleh baginda.

Rasulullah SAW bersabda :

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا لَا تَشَبَّهُوا بِالْيَهُودِ وَلَا بِالنَّصَارَى

“Bukan termasuk golonganku orang yang tasyabbuh (menyerupai atau mengikuti) dengan selain kami, janganlah kalian tasyabbuh dengan orang-orang Yahudi dan orang-orang Nashrani (H.R Tirmidzi No. 2619)

Kini kita bisa melihat dari realita yang terjadi sebagaimana yang telah dikatakan oleh Rasulullah SAW, Bahwa sebahagian umat muslim hari ini tanpa tersadari telah mengikuti apa yang telah diperbuat oleh kaum selain islam. Salah satu diantaranya adalah peringatan Hari Valentine, bahkan mereka melegalkan acara tersebut secara resmi baik secara kenegaraan atau agama yang dipergunakan untuk keperluan membela acara tersebut.

Sepertimana yang terjadi baru-baru ini di Arab Saudi bahwa pemerintah dan didukung oleh sebahagian ulama saudi telah menyetujui diadakannya hari valentine day pada tanggal 14 Februari yang sebelumnya tidak ada.

Perayaan yang bisa dikatakan cukup baru bagi warga Arab Saudi ini sempat dinilai haram dan tidak sesuai dengan nilai agama. Namun, semenjak 2018, masyarakat di sana sudah bisa merayakan salah satu perayaan yang diikuti oleh hampir seluruh penduduk dunia saat ini

Warga Arab Saudi harus berterimakasih kepada Sheikh Ahmed Qasim Al-Ghamdi selaku ulama yang telah mengeluarkan fatwa bahwa Valentine tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Sepertimana yang telah dilansir dari website merdeka.com, Mantan CPVPV Maakah ini menyebutkan bahwa perayaan hari kasih sayang adalah hal yang universal, Syeikh Ahmed berkata :

“Perayaan Hari Valentine tak bertentangan dengan ajaran Islam. Merayakan cinta, kasih sayang, tidak terbatas pada non-Muslim. Setiap muslim juga harus merayakan cinta,”- Syekh Ahmed Qasim di televisi, dilansir dari suara.com

Ia juga menambahkan bahwa Valentine day dapat dilegalkan secara hukum karena hari tersebut sama sepertimana hari ibu. Dengan kata lain, valentine bagi umat Islam adalah merayakan aspek positif dari manusia.

Seruan ini pun tentunya disambut baik oleh warga Arab Saudi, terutama para pebisnis yang bisa secara bebas menjual produk yang sesuai dengan perayaan ini.

Seperti perayaan di kebanyakan tempat lainnya, suasana sejumlah tempat yang ada di Arab Saudi terlihat sangat meriah karena dekorasi bunga serta ornamen hati. Selain itu, warga Arab Saudi pun diketahui merayakan valentine day dengan membeli berbagai jenis hadiah untuk orang yang mereka sayangi.

Suasana Arab yang penuh cinta seperti ini tentunya tidak didapati 3 tahun lalu. Karena hari tersebut digolongkan hari ilegal dan tidak sesuai dengan agama namun kini pihak kepolisan dan aparat pemerintah telah membiarkan hari tersebut karena dasar telah dilegalkan.

Berbeda dari 3 tahun sebelumnya ketika valentine day diharamkan dibeberapa tempat secara menyeluruh banyak terjadi ketertiban dari Razia yang dilakukan untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan (CPVPV) sehingga para pedagang bunga mawar dan cokelat berbentuk hati berusaha menyembunyikan barang dagangannya. Bahkan, para pemilik restoran pun takut untuk mengadakan perayaan atau bahkan pesta ulang tahun pada tanggal 14 Februari.

Artikel : Berbagai Sumber

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like