Kelak Ka’bah Benar Akan Runtuh Inilah Tentara Terkuat Penghancur Ka’bah

www.alwaliyah.com

alwaliyah.com | Ketika kiamat besar tidak lama lagi terjadi dimana matahari akan dimunculkan Allah dari arah yang berlawanan maka saat itulah terjadi beberapa peristiwa dan kejadian aneh akan dilalui oleh manusia dimasa itu, salah satu dari beberapa peristiwa itu adalah Runtuhnya kakbah yang sebenarnya. Dimasa itulah kakbah benar-benar akan runtuh dan tidak akan ada lagi, semua batu-batu kakbah juga termasuk hajarul aswad akan hilang dan lenyap dari muka bumi ini. Inilah akhir dari semua keadaan bumi, ketika kakbah yang selama ini dijadikan sebagai poros tengah bumi hilang maka semua kondisi dan fungsi bumi saat itu juga akan hilang dan tidak berfungsi lagi, dan wajarlah jika saat itu keadaan gunung, laut, dataran bumi jualah tidak seimbang.

Tahukah anda bahwa dahulu dalam sejarah kakbah pernah dihancurkan oleh sekelompok yang bernama habasyah namun Allah menyelamatkan Rumah mulia ini, namun disuatu hari nanti ketika kiamat besar akan terjadi usaha penghancuran kakbah juga akan ada, namun perbedaannya adalah kondisi kakbah di akhir zaman nanti benar-benar akan hancur dan musnah dari muka bumi ini.

Dan sekarang pertanyaanya adalah siapakah kelompok yang menghancrukan kakbah itu, apakah mereka dari kelompok yang sama ataukah dari kelompok yang berbeda ?

Didalam sebuah kitab yang bernama Kafsul Ghaibiyah menjelaskan bahwa seseorang raja yang akan menghancurkan kakbah ketika itu berasal dari wilayah Habasyah, ia bernama ย Dzu suwaiqatain. Secara arti nama Dzussuwaiqatain adalah nama sebuah gelar yang berarti si pemilik dua betis yang panjang betisnya dikatakan panjang, karena pada umumnya betis orang Habasyah memang panjang-panjang.

Dalam sejarah bahwa dahulu kakbah pada awalnya pernah akan dihancurkan oleh seorang yang berasal dari Habasyah namun dengan raja yang berbeda, ketika dahulu seorang rajanya bernama Najasyi dan kelak seorang raja dhalim yang akan menghancurkan kakbah adalah bernama Dzussuwaiqatain, berbeda asal namun dari wilayah yang sama yaitu Habasyah.

Berkenaan dengan seseorang atau kelompok yang berasal dari Dzussuwaiqatain, seorang Tabiโ€™in senior terkenal bernama Kaโ€™ab Al-Akhbar yang dinukil dari kitab Imam Ibnu Katsir menjelaskan sebagai berikut :

โ€œBerkenaan dengan surat Al-Anbiya ayat 96 bahwa ketika manusia dalam keadaan hidup makmur seperti itu, tiba-tiba terdengarlah suara yang meminta tolong, menyerukan bahwa Zus Suwaiqataini (bangsa yang berbetis panjang) sedang merusak Ka’bah. Ketika itu Nabi Isa putra Maryam berangkat bersama sejumlah pasukan yang terdiri atas tujuh ratus orang atau antara tujuh ratus sampai delapan ratus orang personel (untuk memerangi Zus Suwaiqataini). Tetapi ketika mereka sampai di tengah perjalanan, Allah mengirimkan angin Yamaniyah yang berbau harum; lalu angin itu mencabut semua roh orang mukmin, sehingga yang tinggal di bumi ini hanyalah orang-orang yang jahatnya saja, mereka hidup bagaikan hewan ternak. Maka saat hari kiamat bila mencapai tahap tersebut sama dengan saat seseorang sedang menunggu kudanya yang akan melahirkan, ia tidak mengetahui jam berapakah kudanya akan melahirkan.โ€

Di dalam hadis telah disebutkan bahwa Isa putra Maryam melakukan ibadah haji di Baitullah Al-‘Atiq. Rasulullah Bersabda :

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู: ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุณูู„ูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ู ุจู’ู†ู ุฏูŽุงูˆูุฏูŽุŒ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูู…ู’ุฑูŽุงู†ูุŒ ุนูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽุงุฏูŽุฉูŽุŒ ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุนูุชุจูŽุฉูŽุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุณูŽุนููŠุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: “ู„ูŠูุญูŽุฌู‘ูŽู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชูŽุŒ ูˆู„ูŠูุนู’ุชูŽู…ูŽุฑู†ู‘ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฎุฑูˆุฌ ูŠุฃุฌูˆุฌ ูˆู…ุฃุฌูˆุฌ”

โ€œSesungguhnya diaย (Isa putra Maryam)ย benar-benar akan melakukan haji di Baitullah dan sesungguhnya dia benar-benar akan berumrah sesudah munculnya Ya-juj dan Ma-juj.โ€

Demikianlah yang diceritakan oleh seorang tabiin bernama Kaโ€™ab Al-Akhbar, bahwa Ketika itu Nabi Isa Alaihis Salaam akan mengirim pasukannya untuk memerangi balatentara Dzussuwaiqatain. Mereka berkekuatan antara 700 sampai 800 orang. Namun ketika mereka berjalan, Allah mengirimkan angin sejuk dari arah negeri Yaman. Angin itu mencabut nyawa setiap orang yang beriman. Dan sisanya tinggal manusia-manusia jahat. Mereka bersetubuh bebas seperti binatang.

Rasulullah pernah bersabda mengenai Dzussuwaiqatain dikala ia menghancurkan kakbah disuatu hari nanti :

ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ููŠู‘ู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุณููู’ูŠูŽุงู†ู ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฒููŠูŽุงุฏู ุจู’ู†ู ุณูŽุนู’ุฏู ุนูŽู†ู’ ุงู„ุฒู‘ูู‡ู’ุฑููŠู‘ู ุนูŽู†ู’ ุณูŽุนููŠุฏู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูุณูŽูŠู‘ูŽุจู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูุนูŽู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูุฎูŽุฑู‘ูุจู ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽุฉูŽ ุฐููˆ ุงู„ุณู‘ููˆูŽูŠู’ู‚ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุญูŽุจูŽุดูŽุฉู

Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Ziyad bin Sa’ad dari Az Zuhriy dari Sa’id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Yang akan menghancurkan Ka’bah adalah orang-orang yang betisnya kecil berasal dari negeri Habasyah (Eithiophia) “. (H.R Bukhari, no : 1488).

ูˆ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ููŠ ุญูŽุฑู’ู…ูŽู„ูŽุฉู ุจู’ู†ู ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ูŽุง ุงุจู’ู†ู ูˆูŽู‡ู’ุจู ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ููŠ ูŠููˆู†ูุณู ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุดูู‡ูŽุงุจู ุนูŽู†ู’ ุงุจู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูุณูŽูŠู‘ูŽุจู ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„
ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูุฎูŽุฑู‘ูุจู ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽุฉูŽ ุฐููˆ ุงู„ุณู‘ููˆูŽูŠู’ู‚ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ุญูŽุจูŽุดูŽุฉู

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahab telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Ibnu Al Musayyib dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Dzus Suwaiqatain dari Habasyah meruntuhkan ka’bah.” (H.R Muslim, no : 5180)

Demikianlah kondisi kakbah sebelum kiamat nanti, bahwa posisi kakbah dan fungsinya kelak akan mati dan tidak akan pernah berfungsi lagi disebabkan segala bangunannya akan diruntuhkan oleh seorang raja bernama Dzus Suwaiqatain. Inilah sunnatullah, segala keadaan yang terjadi diakhir kelak semuanya akan musnah dan tidak pernah akan ada lagi segala aktifitas ibadah, tentu alasannya adalah hari kiamat akan datang dan janji Allah tidak akan meleset dan tidak Ia tidak akan menyalahi janjinya.

Semoga dengan penjelasan ini dapat menjadi bahan itibar bagi kita semua, semoga penjelasan ini bermanfaat.

Sumber : Tgk. Habibie M. Waly S.TH

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like