Mukjizat Luar Biasa…!!! Inilah Doa Nabi Nabi Musa Saat Membelah Lautan

www.alwaliyah.com

alwaliyah.com | Nabi Musa dikenal sebagai Nabi yang memiliki mukjizat dapat membelah laut dan termasuk Nabi yang sangat terkenal dalam sejarah dapat melumpuhkan firaun sebagai raja terkuat dimasa itu. Hampir semua agama membahas kisah beliau terutama 3 agama samawi, yaitu Nasrani, Yahudi dan Islam. Didalam Islam sendiri Allah mengabadikan Nama Musa sebanyak 205 kali. Tentu jumlah penyebutan yang banyak ini menunjukkan bahwa Musa disisi Allah menjadi nabi dan rasul yang memiliki keistemawaan tersendiri.

Nabi Musa sangat terkenal mukjizatnya dapat membelah laut, kisah ini hampir semua agama samawi membahasnya, baik injil, zabur, taurat dan bahkan juga terdapat didalam Al-Quran sendiri. Didalam kitab suci Al-Quran, Allah merekam kejadian ini di beberapa tempat dalam kitab-Nya :

ย โ€œDan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu (Nabi Musa) sehingga kamu (Nabi Musa dan Bani Israil) dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Firโ€™aun dan) pengikut-pengikut Firโ€™aun, sedang kamu menyaksikanโ€. (Q.S Al-Baqarah : 50)

ย โ€œDan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut kemudian Firโ€™aun dan bala tentaranya mengikuti mereka untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Firโ€™aun hampir tenggelam dia berkata, โ€œAku percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri).โ€ (Q.S Yunus : 90).

Demikianlah Allah menjelaskan secara singkat bagaimana Musa ketika itu diberi Allah kelebihan dapat membelah laut untuk dirinya beserta umatnya dalam keselamatan. Tentu mengenai bagaimanakah proses, cara, dan model terbelahnya laut secara rinci ketika itu hanya Allah dan Nabi Musa yang mengetahuinya. Mengenai hal ini Allah hanya menggambarkan secara singkat, namun walau demikian tahukah anda bahwa ketika Nabi Musa membelah laut beliau pernah membaca satu doa khusus dari Allah dan dari doa inilah Allah mengizinkan laut terbelah karena doa yang dibacakan beliau tersebut ?, tahukah anda apakah doa yang dibacakan Musa ini, berikut penjelasannya.

Seperti yang telah dijelaskan Al-Quran, bahwa Nabi Musa diberi izin Allah untuk membelah laut dengan tujuan menenggelamkan Firaun dan para pengikutnya. Ketika laut sedang dalam terbelah semua umat Nabi Musa diselamatkan Allah hingga dapat menepi ketepian laut sebelum Allah mengembalikan laut menjadi satu. Disaat itulah bencana bagi sang Raja Dhalim Firaun beserta bala tentaranya merenggut nyawa dalam air laut.

Setelah kejadian inilah, Nabi Musa selalu teringat atas apa yang telah terjadi atas dirinya dan umatnya dikarenakan begitu takjubnya Allah menunjukkan satu kekuasaan-Nya kepada Musa Alaihisalam, tentu ada banyak keataโ€™juban yang dialami Musa saat itu salah satu diantara lainnya adalah Doa yang beliau panjatkan diketika laut dapat terbelah karena doa yang Allah perintahkan kepada beliau.

Dalam sebuah Kitabย yang bernama Nashoihul ‘Ibadย (kumpulan nasihat bagi para hamba), Syeikh Nawawi Al-Bantani (1813-1897) telah meriwayatkan kisah doa Nabi Musa ini dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad dari jalur riwayat Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda:

ุฃู„ุง ุฃูุนู„ู‘ูู…ููƒ ุงู„ูƒู„ู…ุงุชู ุงู„ู‘ูŽุชูŠ ุชูƒู„ู‘ูŽู… ุจู‡ุง ู…ูˆุณูŽู‰ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงู…ู ุญูŠู† ุฌุงูˆุฒ ุงู„ุจุญุฑูŽ ุจุจู†ูŠ ุฅุณุฑุงุฆูŠู„ูŽ ู‚ู„ู†ุง ุจู„ู‰ ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู‚ุงู„ ู‚ูˆู„ูˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู…ู‘ูŽ ู„ูƒ ุงู„ุญู…ุฏู ูˆุฅู„ูŠูƒย ุงู„ู…ุดุชูƒูŽู‰ย ูˆุฃู†ุช ุงู„ู…ุณุชุนุงู†ู ูˆู„ุง ุญูˆู„ูŽ ูˆู„ุง ู‚ูˆู‘ูŽุฉูŽ ุฅู„ู‘ูŽุง ุจุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุนู„ูŠู‘ู ุงู„ุนุธูŠู…ู ู‚ุงู„ ุนุจุฏู ุงู„ู„ู‡ู ูู…ุง ุชุฑูƒุชูู‡ู† ู…ู†ุฐ ุณู…ูุนุชูู‡ู†ู‘ูŽ ู…ู† ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู…

“Maukah kamu semua aku ajari sebuah kalimat yang diucapkan Nabi Musa AS ketika melintasi lautan bersama Bani Israil?”. Kami semua menjawab, “Baik Ya Rasulullah”. Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Ucapkanlah kalimat :

ุงูŽู„ู„ู‡ู… ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูˆูŽุงูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูุดู’ุชูŽูƒูŽู‰ ูˆูŽุงูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุนูŽุงู†ู ูˆูŽู„ูŽุง ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ููˆู‘ูŽุฉูŽ ุงูู„ู‘ูŽุง ุจูุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู

Yaa Allah segala puji hanya untuk-Mu, dan hanya kepada-Mulah tempat mengadu, dan Engkaulah Penolong dan tiada daya upaya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Zat Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.โ€ (Imam Al-Manziri : Hadits ini bersanad Baik)

Maka Al-A’masy berkata, “Tidaklah kami pernah meninggalkan membaca kalimat itu sejak kami mendengarnya dari Syaqiq Al-Asady Al-Kuufy. Barang siapa pada waktu pagi hari berduka atas perkara duniawi, maka sesungguhnya ia telah marah kepada Tuhannya.”

Artinya, barang siapa yang bersedih karena urusan dunia, sesungguhnya ia telah marah kepada Tuhannya, karena ia tidak rida dengan qadha’ (takdir Allah) dan tidak bersabar atas cobaan-Nya dan tidak beriman dengan kekuasaan-Nya.

Subhanallah, ternyata doa dapat memberi pertolongan bagi setiap orang yang membacanya, demikianlah yang pernah dialami oleh Nabi Musa, tentu dengan kapasitas keimanan dan kedetakan Nabi Musa kepada Allah maka doa yang dipanjatkannya juga sangat bernilai tinggi disisi Allah dan dimata Nabi Musa sendiri, yaitu dapat membelah lautan yang satu menjadi terpecal dua.

Maha suci Allah dengan segala Firmannya. Lalu bagimanakah kita sekarang, berapakalikah kita berdoa kepada Allah dalam waktu kesaharian kita ?

Semoga penjelasan singkat ini dapat memberi manfaat kepada kita semua.

Sumber : Tgk. Habibie M. Waly S.TH

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like